Site icon MuslimahHTM News

[Fikrul Islam] Ciri Khas Pemikiran Islam

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Pemikiran Islam memiliki beberapa ciri khas, antara lain: bersifat komprehensif (syumuliyyah), luas, praktik (‘amaliy), dan manusiawi.

1. Pemikiran Islam yang Komprehensif

Pemikiran Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia, seperti politik, sosial kemasyarakatan, perekonomian, kebudayaan, dan akhlak. Islam hadir dengan membawa aturan yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri, dan dengan orang lain. Aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya tercakup dalam akidah dan ibadah. Sedangkan aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri tercakup dalam hukum-hukum tentang makanan, pakaian, dan akhlak. Selebihnya adalah aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain, seperti, masalah muamalah, uqubat, dan politik luar negeri.

Allah Swt berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu al kitab sebagai penjelas segala sesuatu.” [TMQ An-Nahl (16): 89]

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku.” [TMQ Al-Maidah (5): 3]

Setelah memahami kedua ayat di atas seorang muslim tidak boleh menyatakan bahawa ada sebahagian perbuatan manusia yang tidak ada status hukumnya dalam Islam.

2. Keluasan Pemikiran Islam

Keluasan pemikiran Islam, disebabkan para ulama mungkin untuk melakukan istinbat (menggali) hukum-hukum syarie dari nas-nas syarak tentang perkara baru apa pun, baik perbuatan mahupun benda. Dalil-dalil syarak hadir dalam bentuk gaya bahasa yang mampu mencakup apa sahaja hingga hari kiamat. Apabila ditanyakan kepada seorang muslim saat ini, apakah dalil syarak tentang kebolehan mengendarai roket, pesawat, atau kapal selam, kemudian ia meneliti dalil-dalil syarak untuk mengetahui hukumnya, nescaya dia akan menemukannya dalam firman Allah Swt.

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ
جَمِيْعًا مِّنْهُ

“Dan dia menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang ada di bumi semua.” [TMQ Al-Jaatsiyah (45): 13]

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ

“Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahawa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan dan Kami ciptakan bagi kereka kenderaan seperti bahtera itu.” [TMQ Yaasiin (36): 41-42]

Atau jika ada yang menanyakan, apakah umat Islam boleh memiliki bom atom, maka dia akan menjumpai hukum syarak tentang perkara itu dalam firman Allah,

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” [TMQ Al-Anfaal (8): 60]

3. Pemikiran Islam Merupakan Pemikiran yang Bersifat Praktik (‘Amaliy)

Hukum-hukum Islam hadir untuk diterapkan dan dilaksanakan di tengah-tengah kehidupan. Manusia tidak akan dibebani melebihi apa yang dia sanggupi. Allah berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” [TMQ Al-Baqarah (2): 286]

Pada sebahagian besar ayat-ayat Al-Quran, Allah Swt. telah menghubungkan amal dengan iman seperti firman Allah,

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keruan, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh.” [TMQ Al-‘Ashr (103) : 1-3[)

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang mengerjakan amal soleh, bahawa sungguh dia akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi…” [TMQ An Nuur (24): 55]

Pemikiran Islam pernah diterapkan di tengah-tengah manusia selama 13 abad, dalam sebuah negara adidaya di dunia.

4. Pemikiran Islam Merupakan Pemikiran yang Bersifat Manusiawi

Islam menyeru kepada manusia dalam kapasitasnya sebagai manusia, tanpa melihat lagi ras atau warna kulitnya. Firman Allah Swt.,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ

“Hai manusia beribadahlah kepada Tuhanmu…” [TMQ Al-Baqarah (2): 21]

قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ۨ

“Katakanlah: Hai manusia, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah untuk kalian semua.” [TMQ Al A’raaf (7): 158]

وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا

“Dan aku jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kalian saling kenal mengenal.” [TMQ Al-Hujuraat (49): 13)

Rasulullah saw. bersabda, “Aku diutus untuk orang yang berkulit merah mahupun berkulit hitam.” Orang-orang selain orang Arab pun telah beriman kepada agama ini, seperti Persia, Romawi, India, dan sebagainya. Demikianlah, Islam telah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari keterpurukan menuju kebangkitan. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Exit mobile version