Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman
Kemuliaan seseorang itu datang dari Allah, karena itu bersyukurlah dan bertahmidlah kepada-Nya. Allahlah yang menutupi aibmu, memperindah dhahirmu, dan mengangkat maqammu di mata manusia.
Ketika orang memuji dan memujamu, maka pujilah Allah karena Dialah yang menjadikan semua pujian datang kepadamu. Nasihat Ibn Atha’illah dalam Hikamnya, “Kuburlah dirimu dalam-dalam. Karena tanaman yang tidak dalam akarnya akan tumbang diterpa angin.”
Ketika keyakinan hati kita tidak kukuh, maka dipuji sedikit saja langsung terbang. Ketika hati kita tidak kuat, maka dicela dan dihina sedikit saja langsung tumbang. Itulah kalau akar tidak kukuh.
Bersihkanlah hatimu, bersandarlah hanya kepada Allah, jadikanlah akidah Islammu sebagai kaidah berpikirmu agar bisa melihat setiap peristiwa dengan bashirah, mata hati yang terpancar dari iman, bukan melihat dengan mata dhahir.
Sesungguhnya, Allah punya cara mengukuhkan kedudukan hamba-Nya, yang kadang tidak bisa dinalar, tetapi itulah cara-Nya membersihkan “mutiara” dari kotoran agar mutiaranya berkilau.
Setiap peristiwa datang dan pergi, tetapi pelajarannya tetap menjadi pelajaran bagi hamba-hamba-Nya yang mahu berfikir.

