Site icon MuslimahHTM News

HUBUNGAN REJAB, SYA’BAN DAN RAMADHAN

HUBUNGAN REJAB, SYA’BAN DAN RAMADHAN

 

Oleh: Ustaz Yuana Ryan Tresna

 

Dahulu, generasi terbaik umat ini selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ulama menyebutkan:

 

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ

”Dahulu mereka (para sahabat) memohon kepada Allah selama enam bulan agar mereka dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian mereka memohon lagi selama enam bulan setelah Ramadhan agar amalan mereka selama bulan Ramadhan diterima.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 232)

 

Abu Bakr al Warraq al Balkhi -semoga Allah merahmatinya- mengatakan:

شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع

“Rejab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram dan Ramadhan adalah bulan untuk menuai.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 130)

 

Sebagian ulama yang lain mengatakan:

السنة مثل الشجرة وشهر رجب أيام توريقها وشعبان أيام تفريعها ورمضان أيام قطفها والمؤمنون قطافها. جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر وبمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر

“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rejab adalah waktu menumbuhkan daun, bulan Sya’ban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan bulan Ramadhan adalah waktu menuai, penuainya adalah kaum mukminin. Hendaklah orang yang menghitamkan catatan amalnya dengan dosa-dosa bergegas memutihkannya dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah mensia-siakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya di waktu tesebut.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 130).

 

 

Exit mobile version