[Nafsiyah] Dakwah di Tengah Keluarga
Rasulullah SAW mencontohkan pada umatnya terkait dakwah kepada keluarga. Rasul mendakwahi keluarganya. Firman Allah Taala, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” [TMQ as-Syu’ara (26): 214]
Setelah turun ayat di atas, Rasul mengumpulkan seluruh keluarganya hingga terkumpul 30 orang dalam sebuah jamuan makan. Ali berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah di antara kalian yang mahu menjamin agamaku dan janjiku serta kelak dia akan bersamaku di dalam jannah menjadi penggantiku di dalam keluargaku?” (HR Ahmad)
Namun, tidak ada seorang pun yang menyambutnya tawaran Rasul kecuali Ali bin Abi Thalib. Ali pun berdiri menerima ajakan Rasul, saat itu Ali ialah orang yang paling muda di antara mereka.
Kita mendapatkan pelajaran dari perjalanan dakwah Rasul di tengah keluarganya. Hal itu bukanlah perkara yang mudah. Tidak banyak dari kalangan keluarganya yang menyambut dakwah. Namun, Rasul tidak serta merta berhenti untuk menyerukan Islam di tengah keluarganya.
Bagaimana cara berdakwah di tengah keluarga?
Pertama, memahamkan kepada setiap anggota keluarga bahawa dakwah merupakan kewajipan yang datangnya dari Allah Taala. Rasulullah SAW telah mencontohkan betapa dakwah menjadi perkara yang penting.
Dakwah adalah wasilah untuk menyelamatkan manusia dari kemaksiatan dan bahaya api neraka. Sebagaimana Allah Taala memerintahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk menjaga diri dan keluarga daripada api neraka. Tanpa dakwah, Islam tidak akan tegak, kerana dakwah ialah tiang kebaikan individu, keluarga, dan masyarakat.
Kedua, sering bersilaturrahmi kepada setiap anggota keluarga. Dengan mengunjungi anggota keluarga dan kerabat menjadi jalan terbaik untuk saling berdiskusi tentang Islam.
Ketika ada perkara yang tidak jelas terkait dakwah dan hukum-hukum Islam, kita dapat menjelaskan dengan terang benderang sehingga menjauhkan dari kesalahfahaman. Jalinan kasih sayang di antara anggota keluarga pun tumbuh dan menguat.
Ketiga, mendoakan setiap anggota keluarga setelah berupaya memahamkan akan kewajipan berdakwah. Rasulullah SAW bersabda, “Pada setiap malam, Rabb kami turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada Diri-Ku, Aku akan memperkenankan doanya. Siapa saja yang meminta dari Diri-Ku, Aku akan mengabulkan permintaannya. Siapa meminta ampun kepada Diri-Ku, Aku pun akan mengampuni dia.’” (HR Bukhari dan Muslim)
Keempat, bersabar. Tidak mudah memahamkan dan menyedarkan keluarga atas kewajipan berdakwah. Pasti akan muncul penolakan jika mereka belum memahami dengan baik setiap penjelasan kita. Namun, kita perlu yakin bahawa dalam kesabaran, Allah akan memberikan bantuan sehingga kesulitan dan ujian dalam mendakwahkan Islam di tengah keluarga dapat diselesaikan.
Sabar merupakan salah satu solusi saat dakwah di tengah keluarga belum membuahkan hasil terbaik. Firman Allah Taala, “Wahai orang-orang yang beriman. Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” [TMQ al-Baqarah (2): 153]
Semoga setiap kesulitan yang kita temukan dalam mendakwahkan Islam di tengah keluarga tidak menyurutkan langkah untuk terus melakukannya. Justeru menjadi dorongan terbesar pada diri kita mengingat Rasulullah SAW dan para sahabat juga tidak pernah mundur dalam setiap medan dakwah. Termasuklah mendakwahkan Islam di tengah keluarga. Wallahul Musta’an.
Sumber: https://muslimahnews.net/2022/12/02/15047/
#nafsiyah #dakwah #keluarga

