[Fikrul Islam] Komunikasi Politik (Bahagian 2/3)
Penulis: M. R. Kurnia, dkk.
ASPEK PENGIRIM PESANAN
Pada aspek ini, poin kritis yang perlu mendapatkan perhatian adalah berkaitan dengan skill atau keahlian standard yang diperlukan agar komunikator atau penyampai pesanan dapat menyampaikan pesan atau mesej sebagaimana yang seharusnya, yakni dapat memberikan impact. Dari sisi ini, agar dapat mewujudkan komunikasi yang efektif dan efisien, perlu dipenuhi sejumlah unsur penting yang ada dalam formula IMPACT, yakni:
- Integrity
Penyampai dakwah mestilah sosok peribadi ahli politik muslim yang berkeperibadian jelas, yakni ber-syakhshiyah islamiah. Sosok yang berpola fikir dan berpola sikap islami.
“Dan siapakah yang lebih baik dari orang yang berdakwah menyeru kepada Allah, beramal saoleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku ini bahagian dari kaum muslimin.’” (TMQ Fushshilat: 33).
- Manners
Penyampai dakwah adalah sosok peribadi yang memiliki simpati, berempati, dan tidak egoistik. Sosok yang memanusiakan pendengarnya, menjadikannya sama penting atau bahkan lebih penting dari dirinya sekalipun.
Cara Rasulullah SAW biasanya bila berbicara dengan seseorang adalah menghadapkan seluruh tubuhnya kepada orang tersebut. Sesuatu yang sederhana, tetapi menyebabkan seluruh orang, termasuk kanak-kanak, merasakan diri mereka penting dan bertanggung jawab seperti orang dewasa.
- Personality
Dakwah adalah menyampaikan gagasan Islam yang unik sehingga sosok peribadi penyampai dakwah selalu menjunjung originality gagasan dan sikap. Islamlah indikator tolok ukur gagasan dan sikapnya. Inilah juga buah dari konsistensi seorang muslim yang menjadikan Islam sebagai satu-satunya kaedah fikriyah (landasan berfikir) dan qiyadah fikriyah (kepemimpinan berfikir).
- Appearance
Sebagai sosok ahli politik Islam, maka seorang penyampai dakwah sudah sepatutnya memberikan imej penampilan be the best not be ordinary (biasa-biasa saja). Maksudnya, prestasi kerja atau pencapaian seorang penyampai yang layak dilihat oleh pendengarnya adalah suatu citra yang terbaik, citra yang dengannya sang penyampai dipandang sangat layak untuk menyampaikan pesan tersebut. Bukan citra yang biasa-biasa saja, nyaris tidak ada bezanya dengan pendengar, apalagi citra yang basa-basi.
- Consideration
Salah satu lubang kesalahan komunikasi yang membuatnya tidak berjalan efektif adalah ketika penyampai tidak menggunakan cara yang mudah difahami sesuai dengan kadar kemampuan pendengar. Oleh kerana itu, menjadi satu keperluan bagi seorang penyampai pesan dakwah untuk mempersiapkan diri sebelum berinteraksi dengan memahami sudut pandang pendengar terlebih dahulu. Ketika penyampai perlu melakukan kompromi dengan keadaan sang pendengar, maka hal itu mungkin akan dia lakukan, selagi tidak melanggar syariat Islam, yakni tidak mengorbankan akidah dan hukum syarak.
- Tack
Taktik. Think before tack maksudnya berkomunikasilah secara taktikal setelah terlebih dahulu dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Memikirkan perencanaan komunikasi agar pesan dakwah berjaya mencapai sasarannya adalah sesuatu yang tidak lagi dapat ditawar-tawar. Ingat kegagalan merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.
*Bersambung ke bahagian 3/3
Sumber: M. R. Kurnia, dkk., Menjadi Pemikir dan Politisi Islam.

