Site icon MuslimahHTM News

Menulis untuk Media Massa

[Fikrul Islam] Menulis untuk Media Massa

Penulis: M. R. Kurnia, dkk.

 

Menulis di media massa adalah salah satu cara yang paling berkesan untuk mempengaruhi dan membentuk pandangan umum. Penulisan dapat dilakukan secara individu atau kelompok, memberikan peluang untuk menyumbangkan hal-hal yang bersifat peribadi atau umum. Boleh berbentuk surat pembaca, artikel yang tepat waktu (sesuai isu), pernyataan ringkas terhadap berita besar yang baru terjadi, sebuah press release, dan lain-lain. Peraturan dasar menulis dalam media massa adalah sama seperti dalam penulisan setiap kes.

 

Tulisan media massa bergaya jurnalistik, maksudnya perlu boleh dibaca dengan cepat. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan impak yang maksimum, informasi yang terpenting mestilah diletakkan pada permulaan lembaran tulisan. Dimulai dari kalimat utama, atau ungkapan yang mempunyai nilai berita paling tinggi, relevan, dan tepat waktu bagi calon pembaca.

 

Kemudian, ikuti prinsip 5W + 1H dengan menerangkan siapa yang melakukannya dan siapa yang dipengaruhi oleh tindakan atau peristiwa yang ditulis, apa sifat dan pengaruh dari tindakan tersebut, bila terjadinya, di mana dan bagaimana boleh terjadi.

 

Sebutkan tiga masalah utama ini untuk diingat dahulu oleh pembaca. Lalu disusul dengan 3 atau lebih masalah-masalah tambahan untuk memperjelaskan masalah utama tadi.

 

Ingatlah, setiap perenggan perlu mengandungi satu fakta. Paragraf selanjutnya hendaklah mengikuti urutan kepentingan yang makin menurun dilihat dari tujuan penulis. Akhirnya, boleh diletakkan butir-butir masalah yang kurang penting di bahagian hujung.

 

Tujuan dari gaya penulisan ini, dari yang terpenting menuju yang kurang penting, ada dua tujuan. Pertama, jika editor ingin memotongnya, dia akan mulai dari yang terbawah, dengan demikian menyelamatkan bahagian utama dari tulisan. Kedua, jika pembaca dalam keadaan tergesa-gesa, dia kemungkinan besar akan membaca paragraf awal sehingga akan terbuka pada masalah utama yang ingin anda sampaikan. Gaya penulisan seperti ini berlaku dalam surat pembaca, artikel, dan latar belakang cerita.

 

Sumber: M. R. Kurnia, dkk., Menjadi Pemikir dan Politisi Islam

 

Exit mobile version