Site icon MuslimahHTM News

Dunia Memerlukan Ideologi Islam

Dunia Memerlukan Ideologi Islam

Oleh: Luthfi Afandi, SH, MH (Pengarah Pusat Kajian Islam Kaffah)

 

Masyarakat dunia tentu tidak boleh berharap pada ideologi Sosialisme-Komunis. Selain kerana cacat dan rosak, ideologi ini juga terbukti gagal menyelesaikan berbagai permasalahan dunia. Bahkan kehadirannya malah menimbulkan permasalahan baru. Negara utama pengusung ideologi Sosialisme Komunis, yakni Kesatuan Soviet, juga telah tumbang disebabkan kerapuhan ideologinya.

 

Begitu juga dengan ideologi Kapitalisme. Ideologi ini secara faktual telah menciptakan kesenjangan yang sangat besar antara orang kaya dan miskin. Ideologi Kapitalisme bukan hanya gagal mensejahterakan rakyat, malah secara sistemik melakukan pemiskinan di berbagai belahan dunia. Ideologi Kapitalisme dengan metod penjajahannya memiliki daya rosak yang luar biasa: menciptakan konflik, menyulut peperangan, melakukan penaklukan, mengeksploitasi sumberdaya alam hingga membunuh jutaan umat manusia. Oleh sebab itu menyerahkan dunia agar terus diatur oleh ideologi Kapitalisme ertinya membiarkan dunia dalam kehancuran.

 

Kerana itu tidak ada pilihan lain. Satu-satunya ideologi yang akan dapat menciptakan kebaikan, kesejahteraan, keamanan serta kemaslahatan bagi seluruh manusia dan alam hanyalah ideologi Islam. Sebagai seorang Muslim, secara normatif tentu kita meyakini bahawa Nabi Muhammad SAW diutus dengan membawa syariah Islam untuk mewujudkan rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman:

 

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ  ١٠٧

“Kami tidak mengutus kamu [Muhammad], kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (TMQ al-Anbiya’ [21]: 107).

 

Menurut Syeikh an-Nawawi al-Bantani (w. 1316 H) dalam kitab tafsirnya, Maraah Labiid, ayat tersebut di atas memiliki makna:

 

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ يا أَشْرَفَ الْخَلْقِ بالشَّرَائِعِ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِين أَيْ إِلاَّ لِأَجْلِ رَحْمَتِنَا لِلْعَالَمِين قَاطِبَة في الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا

“Tidaklah Kami mengutus engkau, wahai sebaik-baik makhluk, dengan membawa syariah-Nya, kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta, yakni agar menjadi rahmat Kami bagi alam semesta seluruhnya; bagi agama ini dan kehidupan dunia.”

 

Kerana itu rahmat bagi alam semesta merupakan konsekuensi logik atau buah dari penerapan Islam secara kâffah (menyeluruh) dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

 

Kekuatan Ideologi Islam

 

Kaum Muslim tentu tidak dapat membiarkan begitu saja dunia berada di ambang kehancuran akibat dari penerapan ideologi Kapitalisme. Dahulu, dunia pernah dijajah oleh dua negara adidaya, Persia dan Romawi. Lalu Rasulullah SAW dan para Sahabat berupaya menghentikan penjajahannya dengan terlebih dulu membangun sebuah peradaban yang agung, yakni Negara Islam di Madinah.

 

Penjajahan yang dilakukan Persia dan Romawi saat itu dapat dihentikan dengan kekuatan negara ideologis. Setelah Rasulullah SAW wafat, misi membangun peradaban yang agung tersebut diteruskan oleh para khalifah setelah beliau. Pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab ra., ketika Daulah Islam baru berumur belasan tahun, kaum Muslim dapat mengalahkan kekuatan dua negara adidaya penjajah yang sudah berusia ratusan tahun. Setelah jatuhnya dua imperium penjajah tersebut, dunia diatur dengan aturan Islam yang membawa kebaikan bagi umat manusia selama berabad-abad lamanya.

 

Islam adalah ideologi universal. Ia menyatukan manusia dari berbagai ras, warna kulit dan suku-bangsa ke dalam suatu entiti yang istimewa. Di antaranya dengan jalan memberikan pemahaman kepada para penganutnya tentang satu-satunya tujuan hidup mereka, iaitu meraih redha Allah SWT.

 

Saat ini ideologi Kapitalisme dan Sosialisme-Komunis terus menyebarluaskan pemikiran beracun tentang nasionalisme untuk memecah-belah umat manusia pada umumnya dan secara khusus umat Islam. Akibat nasionalisme itu, satu bangsa berupaya mendominasi bangsa lain untuk meraih kekuasaan, kekayaan material, mendapatkan sumberdaya alam, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan malapetaka di tengah umat manusia, seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Irak, Perang Afganistan dan berbagai peperangan sebagaimana yang terjadi saat ini.

 

Selain itu, menurut ideologi Kapitalisme dan Sosialisme-Komunis, Penentu Hukum (Al-Haakim) bukanlah Allah SWT, tetapi siapapun yang berkuasa. Pemahaman ini tentu mengubah tujuan hidup manusia, dari pengabdian kepada Allah SWT menjadi pengabdian kepada sesama manusia. Dengan demikian, dari aspek akidahnya, doktrin Kapitalisme dan Sosialisme Komunis dalam berbagai bentuknya, telah menjadikan manusia yang terbatas, jahil (bodoh), bergantung kepada yang lain dan egois, sebagai Penentu Hukum (Al-Haakim). Sebaliknya, ideologi Islam menempatkan Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu sebagai Al-Haakim. Demikianlah keunggulan ideologi Islam dibandingkan dengan ideologi-ideologi lainnya.

 

Penerapan Ideologi Islam untuk Dunia

 

Kita mengetahui bahawa ideologi adalah pemikiran yang wajib diterapkan, dijaga dan disebarluaskan untuk membawa manusia dan masyarakat meraih tujuan hidupnya. Secara objektif, ideologi Islam jelas lebih unggul daripada ideologi-ideologi lainnya. Islam adalah satu-satunya ideologi yang membawa kebaikan bagi umat manusia, apapun rasnya, agamanya, bahasanya mahupun warna kulitnya.

 

Tercatat dalam sejarah, selama lebih kurang 1300 tahun sejarah ideologi Islam diterapkan oleh Negara Islam, mulai dari masa Rasulullah SAW di Madinah hingga Khilafah Uthmaniyah, ideologi Islam lebih unggul dibandingan dengan ideologi Kapitalisme dan Komunisme saat ini.

 

Bahkan banyak dari kalangan non-Muslim yang memberikan pujian pada Khilafah Islam yang menerapkan ideologi Islam selama lebih dari 1300 tahun. Saat itu Khilafah Islam menguasai wilayah yang sangat luas yang dihuni oleh orang-orang yang berbeza warna kulitnya, bahasanya, agamanya dan suku bangsanya. Dr. William Draper, seorang sejarawan, ahli falsafah, ahli kimia dan ilmuwan kelahiran British-Amerika, menyatakan, “Selama masa Khilafah, golongan terpelajar dari kaum Nasrani dan Yahudi bukan hanya mendapatkan penghargaan yang tinggi. Mereka bahkan diangkat untuk menduduki jabatan-jabatan dengan tanggung jawab yang besar dan dipromosikan ke dalam ke kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan. Dia (Khalifah Harun ar-Rasyid) tidak pernah memandang dari mana orang terpelajar itu berasal, atau agama dan keyakinannya, melainkan dari kecekapannya dalam bidang keahliannya.”

 

Will Durant, salah seorang intelektual dan sejarawan Barat terkemuka, juga memberikan pengakuan atas sejarah emas Khilafah dalam mewujudkan rahmat Islam untuk semua itu, “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas hingga berbagai ilmu, sastera, falsafah dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bahagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.” (Will Durant, The Story of Civilization, vol. XIII).

 

HG Wells, seorang penulis Barat termasyhur dan dikenal sebagai bapa fiksyen ilmiah, telah berkomentar, “Ajaran-ajaran Islam telah mewariskan tradisi-tradisi yang agung dalam hal hubungan dan perilaku yang adil dan terhormat serta menginspirasi umat manusia dengan kemuliaan dan toleransi. Ini adalah ajaran manusiawi dalam tataran yang paling tinggi dan pada saat yang sama dapat dipraktikkan oleh manusia. Ajaran-ajaran ini telah diterapkan terhadap sebuah masyarakat yang memiliki tahap kekerasan hati, penindasan kolektif dan kezaliman yang sama dengan masyarakat-masyarakat yang ada sebelumnya… Islam penuh dengan penghormatan, sopan santun, dan persaudaraan.”

 

Penyebarluasan Ideologi Islam yang Beradab

 

Ideologi Islam yang diterapkan oleh Negara Khilafah pada masa lalu tidak pernah memperlakukan manusia secara biadab. Para khalifah tidak pernah menyebarluaskan Islam dengan paksaan atau menghancurkan peradaban. Ketika Islam disebarluaskan ke Mesir, masih banyak penduduk asli suku Koptik Nasrani yang tetap bertahan dengan akidahnya. Bahkan hingga kini masih ada sekitar 7 juta jiwa warga Koptik Nasrani di Mesir. Begitu pula ketika kaum Muslim menaklukkan India. Para penduduk asli tidak dipaksa untuk masuk Islam. Saat ini sekitar 750 juta umat Hindu hidup di India sekalipun Islam pernah berkuasa di anak benua India selama lebih dari 700 tahun.

 

Saat ini Islam merupakan agama yang paling cepat berkembang di dunia, khususnya di Amerika dan Eropah. Tidak ada pedang atau perang yang memaksa mereka untuk meninggalkan agama lamanya. Sungguh keunggulan ideologi Islam dapat dijejak dengan mudah. Bandingkan dengan pemusnahan terhadap kaum Muslim dan Yahudi di depan mahkamah inkuisisi Sepanyol, atau pembantaian etnik Suku India berkulit merah dan suku Aborigin di Amerika oleh British.

 

Kaum Yahudi yang berjaya menyelamatkan diri dari mahkamah inkuisisi telah diterima dengan hangat oleh Khilafah Uthmaniyah. Pada saat tinggal di Sepanyol, mereka berkembang dengan baik dan menjadi anggota masyarakat Islam yang penting. Islam tidak pernah membeza-bezakan orang Mesir, Turki atau India dengan orang-orang yang berasal dari Arab, tempat tumbuhnya ideologi Islam dan tempat berdirinya Negara Islam untuk pertama kalinya. Islam tidak melakukan penjarahan, perompakan kekayaan dan sumberdaya alam milik penduduk yang ditaklukan sebagaimana yang dilakukan Kerajaan British dan Amerika hingga kini.

 

Penjagaan Ideologi Islam

 

Khilafah Islamiyah memang telah diruntuhkan oleh kaum kafir pada tahun 1924 melalui propaganda nasionalisme dan pemecahbelahan negeri-negeri Muslim. Namun, kaum Muslim masih setia mengikuti Islam, mencintai syariahnya serta merindukan tegaknya kembali peraturan hidup Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Sebabnya, hanya Khilafah yang menerapkan syariah Islam secara sempurna, yang mampu menyelaraskan pemikiran, perasaan dan akidah umat Islam.

 

Jadi, ideologi Khilafah Islamiyah merupakan ideologi yang kuat dan unggul. Kekuatan dan keunggulannya terletak dalam diri individu-individu Muslim dalam masyarakat, juga kemampuan sistemnya dalam menerapkan berbagai aturan yang selaras dengan pemikiran dan perasaan umat. Dengan itu sistem itu sendiri yang menjaga dan melindungi pemikiran dan perasaan masyarakat. Dengan demikian umat menganggap negara (Khilafah) sebagai bahagian dari diri mereka, bukan sesuatu yang asing.

 

Penutup

 

Ketika dunia Barat dengan Kapitalismenya berjaya menguasai dunia, seluruh dunia tidak lupa dengan apa yang dikatakan oleh Samuel P. Huntington, “Barat berjaya menguasai dunia bukan kerana keunggulan pemikiran-pemikirannya, nilai-nilainya, atau agamanya, melainkan kerana keunggulan dalam mengaplikasikan kekerasan yang terorganisasi. Orang-orang Barat sering melupakan fakta ini, tetapi bangsa-bangsa non-Barat tidak akan pernah lupa dengan fakta tersebut.”

 

Alhasil, hanya ideologi Islam, satu-satunya ideologi yang sewajarnya menjadi pilihan mutlak bagi umat manusia dan dunia. Ideologi Islam telah terbukti secara empirik dan historik diakui oleh dunia dan dirasakan kebaikannya oleh umat manusia selama berabad-abad lamanya.

WalLaahu a’lam bishshawwab.

 

#ideologiislam #islamkaffah #Khilafah #TegakKhilafah

Exit mobile version