Prinsip Muslim Produktif
Islam mengajarkan kepada kita, untuk terus bergerak dan tidak terpaku pada satu pekerjaan saja. Tetapi, apabila satu pekerjaan selesai maka beralihlah pada pekerjaan yang lainnya. Tidak dinafikan bahawa tabiat seorang Muslim adalah beramal, beramal, dan terus beramal. Sehingga tidak menghairankan, Muslim produktif ialah orang yang senantiasa memperhatikan amalnya, apakah sudah produktif menghasilkan kebaikan atau tidak.
Prinsip Muslim produktif adalah hari ini perlu lebih baik daripada hari kelmarin, dan hari esok bagaimana caranya agar lebih baik daripada hari ini. Kalau tidak seperti itu, dia akan merasa termasuk orang yang rugi.
Muslim yang bermental produktif, tidak akan membiarkan waktunya berlalu begitu saja. Dia akan senantiasa mengisi seluruh waktunya dengan amalan yang dapat memberikan impak positif bagi kehidupannya. Seperti yang telah Islam ajarkan bahawa, apabila menyelesaikan satu amalan maka bersegeralah mengerjakan amalan lainnya. Kita diminta tidak membiarkan ada waktu senggang dalam kehidupan sehari-hari kita, sebab pada waktu senggang itulah godaan syaigan berpotensi akan masuk mengisinya, kemudian menggoda kita untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan bahkan membawa pada kemaksiatan.
“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.” (TMQ Al-Insyirâh [94]: 7)
– Fitrah Nugraha (Semua Bisa Produktif)

