HARAM MEMBELA KEBIADAPAN YAHUDI
(Buletin Kaffah No. 321 (17 Jumadil Ula 1445 H/01 Disember 2023 M))
Kejahatan entiti Yahudi terhadap penduduk Gaza kian terkuak. Ternyata militer Yahudi sendiri yang melakukan pembantaian terhadap warga awam yang tengah menyaksikan konsert pada 7 Oktober lalu. Pembantaian itu lalu mereka tuduhkan kepada Hamas.
Tudingan Yahudi zionis bahawa sejumlah rumah sakit menjadi markas pejuang Hamas juga tidak terbukti. Padahal entiti Yahudi telah melakukan serangan kejam terhadap prasarana kesihatan tersebut. Masih banyak lagi kedustaan untuk membenarkan tindakan keji mereka akhirnya terbongkar juga.
Dengan izin Allah, kini pandangan sebahagian besar penduduk dunia, para jurnalis, termasuk sejumlah media massa Barat mulai berbalik menyerang Yahudi zionis. Mereka mewar-warkan pembohongan entiti Yahudi di sebalik berbagai serangan terhadap penduduk Gaza. Di berbagai negara, termasuk di Amerika Syarikat dan Britain, rakyat mula mengecam para pemimpinnya sendiri yang dituduh bertanggungjawab atas tindakan genosid kaum Yahudi terhadap penduduk Gaza.
Peringatan al-Quran
Allah SWT sesungguhnya telah mengingatkan kaum Muslim tentang kejahatan kaum Yahudi sepanjang sejarah. Padahal Allah SWT telah memberi mereka banyak kurniaan. Misalnya, Allah SWT banyak mengutus para nabi dan rasul di tengah-tengah mereka, menjadikan sebahagian dari mereka sebagai raja, termasuk menyelamatkan mereka dari kekejaman Fir’aun. Allah SWT berfirman:
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَأَنِّي فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ
Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan ingat pula bahawa Aku telah melebihkan kalian atas seluruh umat (TMQ al-Baqarah [2]: 47).
Di dalam tafsirnya Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas: ”Allah SWT menyebutkan kepada mereka tentang pemberian nikmat-Nya kepada nenek moyang dan leluhur mereka, juga kelebihan mereka dengan mengutus para rasul dari kalangan mereka. Allah SWT pun menurunkan kitab-kitab kepada mereka serta keistimewaan atas umat-umat lain pada zaman mereka.” (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, 1/158).
Di antara mereka ada yang mengimani Allah dan para nabi, seperti kaum Hawariyun yang menjadi pengikut Nabi Isa as. Pada masa Rasulullah saw. ada Shafiyyah binti Huyay ra. yang menjadi isteri Rasulullah saw. Ada juga Abdullah bin Salam yang termasuk kalangan Sahabat Nabi saw. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka sebaliknya mengingkari Allah SWT dan para nabi. Mereka malah mengobarkan permusuhan terhadap orang-orang yang beriman.
Berbagai tabiat buruk kaum Yahudi diungkap Allah SWT di dalam al-Quran. Tujuannya agar menjadi peringatan bagi kaum Muslim. Di antara tabiat buruk kaum Yahudi:
Pertama, suka mengkhianati perjanjian. Sedari dulu kaum Yahudi memiliki karakter pengkhianat. Kerana itu jangan mudah mempercayai mereka untuk menepati segala bentuk perjanjian. Allah SWT berfirman:
أَوَ كُلَّمَا عَٰهَدُواْ عَهۡدًا نَّبَذَهُۥ فَرِيقٌ مِّنۡهُمۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ
Patutkah (mereka mengingkar ayat-ayat Allah) dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkan janji tersebut? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman (TMQ al-Baqarah [2]: 100).
Pengkhianatan ini sudah ditampakkan kaum Yahudi pada masa Nabi saw. Mereka telah terikat dengan Piagam Madinah untuk tidak saling menyerang. Namun, sebaliknya berkali-kali mereka melanggar isi perjanjian tersebut. Termasuk bersekutu dengan kaum musyrik Quraisy dalam Perang Ahzab. Mereka berusaha menikam kaum Muslim dari belakang.
Pada masa kini, Yahudi zionis juga berkali-kali menyatakan gencatan senjata di Palestin. Namun, berkali-kali pula mereka melanggar perjanjian tersebut. Begitulah. Tabiat asli mereka telah diperlihatkan dalam sejarah.
Kedua, membunuh para nabi. Kejahatan terbesar kaum Yahudi/Bani Israel adalah melakukan pembunuhan terhadap para nabi dan rasul. Allah SWT berfirman:
لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلاًۖ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ فَرِيقًا كَذَّبُواْ وَفَرِيقًا يَقۡتُلُونَ
Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel. Kami pun telah mengutus para rasul kepada mereka. Namun, setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, maka sebahagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan, dan sebahagian lainnya mereka bunuh (TMQ al-Maidah [5]: 70).
Di antara utusan Allah yang mereka bunuh adalah Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as. Adapun Nabi Isa as. diselamatkan oleh Allah dari usaha pembunuhan oleh kaum Bani Israel. Allah SWT juga menyelamatkan Rasulullah saw. dari sejumlah usaha pembunuhan yang dilakukan orang-orang Yahudi, yang dilakukan Amar bin Jahsiy.
Ketiga, kaum Yahudi adalah bangsa yang paling keras permusuhan dan kebenciannya terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka juga berusaha keras agar kaum Muslim mengikuti millah (agama) mereka. Allah SWT berfirman:
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡ
Tidak akan pernah redha kepada kamu (Muhammad) kaum Yahudi dan Nasrani sampai kamu mengikuti agama mereka (TMQ al-Baqarah [2]: 120).
Kebencian dan permusuhan kaum Yahudi ini juga diingatkan Allah SWT dalam ayat yang lain:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ
Sungguh kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah kaum Yahudi dan orang-orang musyrik (TMQ al-Maidah [5]: 82).
Kaum Yahudi telah menampakkan permusuhan dan kebenciannya pada masa Nabi saw. Begitu bencinya terhadap umat Muslim, Yahudi Bani Qainuqa pernah melakukan pelecehan terhadap Muslimah. Mereka turut membunuh seorang pedagang Muslim yang membela Muslimah tersebut. Kelompok Yahudi lain, yakni Yahudi Bani Nadhir, pernah berusaha membunuh Rasulullah saw. Akhirnya, Rasulullah saw. dan para Sahabat memerangi dan mengusir mereka dari Madinah.
Saat ini, kebencian dan permusuhan kaum Yahudi juga kelihatan begitu keras terhadap kaum Muslim Palestin. Bukan hanya mengusir penduduk Palestin. Mereka juga menyerang dan menembak jemaah solat di Al-Aqsa. Lalu dengan kejam mereka membunuh anak-anak, perempuan dan warga emas. Begitu kejinya tindakan mereka sampai bayi yang baru lahir pun mereka bunuh dengan kejam.
Bahkan dalam serangan terhadap penduduk Gaza, militer Yahudi zionis menggunakan cara-cara kejam seperti mengebom pasar, sekolah, masjid, gereja dan pemukiman penduduk. Kaum Yahudi zionis juga menggunakan bom fosforus yang sudah dilarang penggunaannya, menembak para jurnalis dan tenaga media, bahkan menggunakan kereta kebal untuk menggilis orang awam.
Pemerintah Yahudi zionis juga terbukti melakukan praktik penjualan organ-organ tubuh manusia yang mereka ambil dari jenazah penduduk Palestin yang terbunuh. Baik dari jasad mangsa perang mahupun dari tahanan yang mati di penjara-penjara negara zionis. Inikah yang disebut sebagai self defense (usaha membela diri)?
Haram Membela Kezaliman
Oleh sebab itu kita patut bertanya: Sedemikian telah jelas kekejaman dan kebiadaban zionis Yahudi, apakah wajar untuk dibela? Hanya orang biadab dan tidak waras saja yang mendukung dan membenarkan tindakan genosid kaum Yahudi. Orang yang masih waras akalnya tak akan mungkin membenarkan tindakan kejam, biadab dan kejam tersebut.
Menghairankan jika di Tanah Air bermunculan orang-orang dan kelompok-kelompok yang dengan bangga membela kebiadaban entiti Yahudi tersebut. Bahkan mereka menuduh para pejuang Islam, seperti Hamas yang sedang berusaha membebaskan tanah airnya, sebagai kelompok pengganas. Jika orang yang sedang melawan penjajah disebut teroris, lalu apa sebutan yang layak untuk para pembantai seperti kaum Yahudi yang merompak negeri orang lain? Apa pula sebutan yang layak untuk Amerika Syarikat yang menyerbu Iraq dan Afganistan?
Wahai kaum Muslim: Bukankah Allah SWT telah mengingatkan Anda tentang larangan untuk mendukung kezaliman? Allah SWT berfirman:
وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka. Sekali-kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan (TMQ Hud [11]: 113).
Wahai kaum Muslim: Janganlah kalian terpedaya dengan tipu daya kaum Yahudi yang punya tabiat pengkhianat dan perosak perjanjian. Jangan juga anda percaya dengan negara-negara Barat yang menaja keberadaan negara teroris Yahudi ini. Mereka telah bersekongkol untuk menipu dan menghancurkan anda sekalian. Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡض
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil kaum Yahudi dan Nasrani menjadi para pemimpin (kalian), Sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain (TMQ al-Maidah [5]: 51).
Saatnya umat ini bersatu untuk membebaskan Palestin dari cengkaman pembantai Yahudi. Saatnya kita menunaikan perintah Allah SWT untuk menolong sesama Muslim. Saatnya kita menghapuskan sekat-sekat nasionalisme, lalu melebur dalam ukhuwah islamiyah di bawah naungan Khilafah sebagai junnah (perisai) yang melindungi umat. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. []
—*—
Hikmah:
Rasulullah saw. bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum Muslim memerangi Yahudi. Lalu kaum Muslim akan membunuh mereka hingga setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun, batu dan pohon itu berkata, ”Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia.” Kecuali (pohon) gharqad kerana ia adalah pohon Yahudi. (HR Muslim). []

