[Isu Semasa] Pemerhati: Amerika dan Sekutunya Menginginkan Timur Tengah Berada di Bawah Dominasinya
Militer Amerika Syarikat (AS) dan Britain menggempur lapan lokasi yang digunakan oleh kelompok Houthi di Yaman dalam serangan yang bertajuk Operasi Pelindung Kemakmuran, Isnin (22-1-2024).
Dalam kenyataan bersama, enam negara sekutu (Amerika Syarikat, Australia, Bahrain, Belanda, Britain, dan Kanada) menegaskan bahawa tujuan serangan ini adalah meredakan ketegangan dan mengembalikan kestabilan di Laut Merah.
“Kami ingin menegaskan peringatan kepada pemimpin Houthi, kami tidak akan ragu membela nyawa dan kelancaran perdagangan di salah satu jalur air paling penting dunia menghadapi ancaman yang berlanjutan,” tegasnya.
Dominasi Barat
Menyoroti serangan Amerika dan sekutunya terhadap Houthi ini, pemerhati politik internasional Dr. Hasbi Aswar mengatakan Amerika dan sekutunya menginginkan Timur Tengah di bawah dominasinya.
“Apa yang terjadi di Laut Merah, apa yang terjadi di Gaza, apa yang terjadi di Syria itu satu pakej, iaitu Amerika, Britain dan sekutunya, mereka menginginkan Timur Tengah berada di bawah dominasi barat,” tuturnya kepada MNews, Rabu (24-1-2024).
Itu semua, lanjutnya, demi kepentingan perdagangan global kerana Amerika dan Eropah banyak bergantung terhadap Timur Tengah dari aspek minyak.
“Selain itu, Eropah banyak bergantung terhadap produk-produk China. Jalur yang paling ringkas dari China ke Britain misalnya perlu melalui Selat Bab el Mandeb di Yaman, Laut Merah, kemudian Terusan Suez di Mesir,” jelasnya.
Ketika tempat-tempat itu bermasalah dan ditutup, ujarnya, itu akan berbahaya kerana kapal-kapal pengangkut kargo perlu berpusing ke lautan Afrika Selatan yang jaraknya puluhan ribu kilometer lebih jauh.
“Dari Eropah ke Lautan Hindi, misalnya, boleh ditempuh sekitar 25 hari. Ketika berkeliling ke lautan Afrika untuk sampai ke Lautan Hindi itu boleh menganbil masa satu bulan lebih. Secara ekonomi itu sangat merugikan,” ujarnya.
Demi kepentingan ini, jelas Hasbi, maka beberapa saat setelah serangan Houthi, Amerika membuat koalisi besar melibatkan Arab, Eropah, dan yang lainnya. “Bagi Amerika, ini adalah jalur yang sangat strategik buat mereka secara ekonomi. Jadi mereka ingin wilayah Timur Tengah perlu di bawah kawalan kepentingan mereka,” tegasnya.
Hamas
Hasbi juga menjelaskan alasan Hamas diserang habis-habisan, yakni kerana Hamas adalah musuh terbesar Amerika saat ini.
“Amerika tidak mahu kes Taliban di tahun 2021 terulang. Setelah 20 tahun Amerika mem-backup dua rejim yang korup di Afghanistan, Amerika dikalahkan Taliban. Hamas juga sama. Kalau Hamas tidak boleh dihancurkan, itu adalah tanda kehancuran dominasi Amerika dan keberadaan Isr4el di Timur Tengah,” ulasnya.
Houthi sambungnya, tidak berbeza, lebih-lebih lagi Houthi ini menguasai wilayah yang bersempadanan dengan Laut Merah.
“Kalau Houthi tetap seperti sekarang ini melakukan serangan-serangan, maka akan terjadi perang besar lagi di Yaman yang mengorbankan puluhan ribu orang. Kenapa? Kerana ini kepentingan strategik. Kalau terkait kepentingan strategik, negara-negara Barat akan menutup mata masalah kemanusiaan, masalah moral. Mereka tidak peduli dikecam, dibawa ke pengadilan, yang penting kepentingan strategi mereka, politik, ekonomi, militer, terpenuhi di sana,” ujarnya menganalisis.
Ideologi Benar
Hasbi berkeyakinan, konflik di Yaman akan berakhir hanya jika Yaman dipimpin oleh seorang pemimpin yang boleh menyatukan rakyat dengan ideologi yang benar, masyarakat cinta pada pemimpin tersebut, dan pemimpin itu mengelola masyarakat dengan visi dan misi yang benar.
“Yaman itu dalam sejarahnya hanya baik dan benar ketika dipimpin oleh kekuasaan umat Islam. Jadi saya kira pemimpin yang mengembalikan Yaman ke jalan yang benar itu hanyalah dengan Islam,” tegasnya.
Dia berharap, konflik yang terjadi di Yaman ini boleh menjadi pemicu bagi kaum muslim di seluruh dunia untuk berjuang sekuat tenaga dengan gigih, tanpa lelah.
“Berjuang agar dapat mengembalikan kejayaan kaum muslim sebagai negara super power seperti yang ada pada masa-masa sebelumnya. Serta mampu menyumbang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah-wilayah itu, bahkan termasuk di wilayah-wilayah lainnya yang terzalimi,” simpul beliau.
Sumber : mnews

