#RefleksiNafsiyah: Mentari Akan Bersinar Setelah Badai
Situasinya hampir mendekati kita. Pesannya jelas dan tidak dapat dinafikan. Ini adalah perang terhadap umat! Perang untuk membungkam kita, perang untuk memecah belah kita, perang untuk memperkuat nasionalisme, dan perang untuk tidak pernah meminta bantuan.
Biarkan saja umat Islam menumpahkan darah, biarkan umat Islam terhina, biarkan umat Islam hidup dalam aib dan kemiskinan!
Pembungkaman terhadap Hizbut Tahrir di Britain menunjukkan ketakutan mereka terhadap persatuan umat Islam. Individu yang dikaitkan dengan Hizbut Tahrir, mendukungnya, atau menampilkan simbol-simbolnya di tempat umum akan dianggap sebagai penjenayah. Padahal, mereka-lah yang disebut sebagai negara dengan kebebasan berpendapat. “Demokrasi” mereka dengan cepat menguap, seperti titisan air yang jatuh ke piring panas yang panas. Namun, kebebasan ini diperbolehkan untuk melakukan diskriminasi terhadap umat Islam, membakar Al-Quran, menganiaya umat Islam, menjajah mereka, dan umat Islam dipaksa untuk menerimanya. Kaum Muslim dikehendaki menerima reformasi barat untuk memodenisasikan umat Islam dan melupakan agama mereka sebagai sebuah sistem sosial, politik, ekonomi, dan spiritual.
Kita tahu bahawa ketika Allah swt menutup satu pintu, maka Dia SWT akan membuka pintu lain yang lebih baik.
Perang di Gaza membuka mata dengan berbagai cara yang membuat negara-negara Barat gementar. Protes umat di seluruh dunia menyerukan penguasanya untuk menggerakkan tentera. Di sisi lain, non-Muslim mulai tertarik pada Islam dan mulai mempelajari Al-Quran kemudian Masya Allah, banyak yang telah memeluk Islam. Umat Islam tahu apa itu tragedi dan kini sedang hidup didalamnya baik itu di Palestin, Kashmir, Sudan, Congo, Syria, dan sayangnya hal itu tidak berhenti sampai di sana. Adakah di antara umat Islam yang belum pernah melihat atau merasakan tragedi ini? Hati kami berdarah dan bertanya, mengapa ini terjadi? Mengapa kita tidak berdaya? Mengapa kita tidak memiliki kekuatan secara politik? Dan mengapa kita sebagai umat sampai pada titik ini?
Seolah-olah umat Islam telah dilemparkan ke tengah lautan dan gelombang demi gelombang menerjang kita. Kita berusaha mencari udara namun gelombang lain menerjang. Bila kapal akan datang dan menyelamatkan kita? Bila badai akan berhenti? Seolah-olah inilah cara kaum Muslimin hidup.
Namun berbanding mengirimkan kapal, umat Islam hanya dibiarkan menunggu tentera Muslim bergerak. Kecintaan mereka terhadap dunia dan rasa takut mereka untuk melepaskan diri dari belenggu perlu segera dilepaskan.
Inilah realiti kita. Kita diserang, bahkan idea-idea kita dianggap jenayah. Hati kita telah dipenuhi oleh Wahn, dimana cinta Dunia telah menguasai kita dan membuat kita ego dan lalai untuk menemui Sang Pencipta. Kita sebagai umat perlu bersatu sebagai satu tubuh. Sekarang kita perlu mengambil inisiatif lebih dari sebelumnya. Sekarang adalah medan perang terbuka melawan umat Islam. Darah-darah Kaum Muslimin mengalir di jalanan, kaum perempuan dan anak-anak kita dibantai, dan masih banyak lagi perlakuan biadab yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Namun, kita sebagai umat tidak boleh putus asa. Mengapa? Kerana kita adalah umat pilihan Allah SWT, dipercayakan melalui risalah-Nya untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Umat yang memiliki kesabaran, ketabahan, ketangguhan, yang belum pernah dilihat oleh siapa pun di muka bumi ini! Kita mestilah tetap mengangkat kepala kita tinggi-tinggi, mengetahui bahawa Allah SWT bersama kita! Dan apabila tiba saatnya nanti menjadi milik kita, kemenangan telah dijanjikan oleh Allah Yang Maha Perkasa.
Yakinlah bahawa ada orang-orang ikhlas yang tergabung dalam pasukan Kaum Muslimin yang akan membebaskan umat dari belenggu ini, Insya Allah. Mereka hidup di antara kita dan dengan izin Allah SWT, disertai dengan ketabahan dan ketekunan mereka, Saatnya akan tiba! Waktu yang Allah SWT anggap tepat.
Rasulullah SAW bersabda, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah kerana sedikitnya jumlah kita?”. Rasul menjawab, ”Tidak! Bahkan jumlah kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?”, Nabi SAW bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Kita akhirnya terbangun dan melihat kebencian sejati yang muncul dari Barat. Allah SWT akan mengubah keadaan Kaum Muslimin kerana kita sekarang akhirnya sedar dan melihat kenyataan yang menentang umat Islam. Kita sekarang bersatu melawan pembantaian. Umat akan kembali ke tempat yang seharusnya. Kemenangan dan ketetapan Allah SWT tidak akan bisa digagalkan oleh kekuatan apa pun di muka bumi. Hal ini akan menjadi kekuatan yang pada akhirnya akan memberikan rahmat ke seluruh penjuru dunia dan membuat semua penindas bertekuk lutut.
[وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ]
“Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (darjatnya) jika kamu orang-orang mukmin.” (TMQ Ali Imron : 139)

