[Nafsiyah] Siapa yang Mengetahui Jauhnya Perjalanan, Pasti Telah Melakukan Persiapan
Hidup di dunia adalah seperti sebuah perjalanan. Destinasi pertama kita adalah saat kita berada dalam bentuk sperma dan sel telur di dalam rahim ibu kita.
Setelah itu, kita melalui ujian demi ujian dalam kehidupan untuk memperkuat dan membimbing kita menjadi manusia yang terbaik, jika kita menjadikan hari-hari lalu sebagai pengalaman dan mengambil hari ini sebagai ibrah.
Hal yang menyedihkan dan melelahkan, kita lupakan dan tinggalkan. Cinta, kemuliaan, integriti, dan kebaikan, kita pelihara. Selebihnya, kita serahkan kepada Allah SWT, biarlah Dia yang mengurus segala urusan kita.
Dari hidup kita belajar, “Siapa yang menginginkan kemuliaan, dia harus bersedia untuk mendaki.” Begitulah rumusnya. “Siapa yang banyak melakukan kebaikan, maka ramai teman-temannya.” Begitupun sebaliknya.
“Siapa yang menggali lubang, maka dia akan terperosok jatuh ke dalam lubang yang digalinya sendiri.” Hal ini kerana dalam kehidupan tidak ada yang percuma. Semuanya akan dibayar. Jika tidak di dunia, pasti di akhirat akan ada bayarannya.
Oleh itu, “Pendengki tidak boleh memimpin dan menjadi seorang pemimpin.” Ini kerana untuk mencapai kepimpinan, pemimpin harus memberikan dedikasi dan pengorbanan, bukan dengan iri hati dan dengki terhadap kebaikan orang lain.
Itulah pelajaran hidup. Pelajaran yang ditanamkan sejak awal kepada kita oleh orang tua, guru, dan pengalaman hidup kita. Pengajaran ini harus kita tanamkan kepada anak-anak kita, agar mereka dapat mengambil hikmah dari kehidupan ini.
Untuk apa? Persiapan menuju destinasi berikutnya, iaitu “hidup” di alam barzakh dan kehidupan abadi di akhirat. Itulah perjalanan panjang hidup kita. Siapa yang mensia-siakan waktunya di dunia, pasti akan rugi.
Mari kita amalkan doa ini. “Ya Allah, janganlah Engkau sibukkan akalku dengan hal-hal yang membuatnya gelisah. Juga hatiku dengan siapa pun yang tidak menyayanginya. Juga waktuku dengan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya. Ya Allah, jadilah penolongku, selalu bersamaku, dan jadikanlah hambaMu ini lebih kuat dan tegar dengan-Mu.”
(Ijazah doa dari Al-‘Allamah Syekh Mutawalli Sya’rawi.)
Sumber: muslimahnews/net

