Site icon MuslimahHTM News

[Hadits Shiyam] Hukum Meminta Bantuan Orang Kafir (Bahagian 2/2)

[Hadits Shiyam] Hukum Meminta Bantuan Orang Kafir (Bahagian 2/2)

[Sambungan dari Bahagian 1/2]

 

Tentang meminta bantuan orang kafir, Allah telah mengharamkan kaum muslim meminta bantuan orang kafir. Allah telah menjadikan negeri orang kafir sebagai Dar Harbi (negara yang harus diperangi). Allah juga memerintahkan kaum muslim berjihad kepada mereka hingga mereka tunduk atau membayar jizyah.

 

Allah SWT berfirman, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Akhir dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (iaitu orang-orang) yang diberi Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (TMQ At Taubah: 29).

 

Allah SWT juga melarang kita meminta perlindungan kepada orang Yahudi dan Nasrani. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi penolongmu. Sebahagian mereka adalah penolong bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi penolong, maka ia sesungguhnya termasuk golongan mereka.” (TMQ Al Maidah: 51).

 

Rasulullah SAW melarang meminta bantuan kepada orang kafir dengan pernyataan “meminta penerangan dengan api” mereka dengan sabdanya, “Janganlah kalian meminta penerangan dari cahaya orang-orang musyrikin.” Hadis ini merupakan kiasan (berupa larangan) meminta bantuan kepada orang kafir dalam peperangan.

 

Allah SWT melarang kita, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang memperoleh Al Kitab itu, nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (TMQ Ali Imran: 100).

 

Oleh kerana itu, persahabatan dengan mereka, iaitu meminta bantuan kepada mereka adalah haram. Kita berperang dan mengadakan perjanjian militer bersama mereka adalah haram. Demikian juga meminta bekal dalam peperangan kepada mereka adalah haram, kecuali pada keadaan seorang kafir secara individu atau sejumlah individu yang secara individu pula ingin bergabung dengan pasukan kaum muslim di bawah bendera Islam, maka hal itu boleh. Kenyataan ini telah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan beliau (ketika itu) mendiamkannya.

 

Apabila orang-orang kafir tersebut sebagai negara-negara atau kelompok-kelompok yang bergabung secara khusus di bawah bendera mereka untuk berperang bersama kita, itu adalah haram dan sama sekali tidak diperbolehkan.

 

Meminta bantuan kepada orang kafir dalam hal ini hukumnya berbeza dengan bekerjasama dengan mereka dalam jual beli, akad perjanjian bertetangga baik, mengajar mereka, atau pun belajar kepada mereka. Perbuatan-perbuatan ini tidak termasuk dalam meminta bantuan yang dilarang. Semuanya ini terkait dengan orang-orang kafir secara umum.

 

Adapun orang-orang kafir yang memerangi dan menjajah negeri kita atau mengancam eksistensi negeri kita, seperti Amerika, Britain, Rusia, atau pun mereka yang menceroboh negeri kita secara nyata, seperti Yahudi Israel, maka kaum muslim wajib untuk menjadikan mereka sebagai musuh dalam segala hal, termasuk dalam perdagangan dan hal-hal yang mubah, serta seharusnya kita putuskan.

 

Namun yang kita saksikan saat ini, para penguasa kaum muslim yang tidak bertanggungjawab sebaliknya bekerjasama dengan orang-orang kafir. Mereka mengadakan hubungan baik secara rahasia mahupun terang-terangan dengan orang kafir. Bahkan mereka menganggap hal itu demi eksistensi orang kafir di negeri yang mereka kuasai melalui kerjasama dengan tujuan mengadakan makar terhadap kaum muslim dan Islam.

 

Bahkan lebih dari itu, mereka sampai pada tahap tindakan yang sangat keji dan jahat. Mereka menerapkan undang-undang orang kafir atas kaum muslim dan meninggalkan hukum-hukum Islam. Seakan-akan umat ini bukan umat Islam atau bahkan seakan-akan undang-undang tersebut bukan hukum atau undag-undang kufur.

 

Wahai kaum muslim, para penguasa tersebut telah melepas ikatan Islam dari pundak mereka. Dalam tindakan-tindakan dan berbagai persoalan, mereka berjalan sama persis seperti jalannya orang-orang kafir. Mereka bekerjasama dengan orang-orang kafir tanpa memperhatikan perbezaan antara orang-orang muslim dan orang-orang kafir. Allah SWT telah membutakan penglihatan mereka.

 

Mereka mencari hak keadilan dari orang-orang Yahudi yang terdiri dari orang yang memberi sumbangan dalam memajukan Yahudi dengan sumber-sumber kehidupan. Mereka menggantungkan harapan, serta berpijak kepada Amerika dan Persidangan Geneva, padahal mereka tahu bahawa semua persoalan tadi boleh diselesaikan dengan satu kata iaitu perang. Mereka benar-benar telah menjadikan Allah SWT murka.

 

Jika kita pun berdiam diri terhadap mereka, maka kita telah bersama mereka mendapat kehinaan. Mereka akan menghinakan kalian, lalu siapa yang akan menjadi penolong kalian setelah itu? Pertolongan tersebut akan dihalang-halangi sampai kepada umat kerana keburukan tindakan mereka. Mereka tetap dalam kekufuran dan kongkongan ini. Mereka puas untuk menghentam setiap orang yang beraktiviti dengan Islam atau mereka yang berdakwah pada Islam dengan cara penindasan, pengusiran, serta intimidasi.

 

Mereka mengangkat slogan-slogan peradaban untuk menyesatkan, seperti slogan peradaban kemanusiaan, politik, keterbukaan antarabangsa, ekonomi, projek pembangunan, PBB, perdamaian dunia, dan persatuan antarabangsa. Semua itu untuk memalingkan kaum muslim daripada persoalan mereka (yang sebenarnya). Dengan demikian, mereka tetap dalam cengkaman kufur dan orang-orang kafir.

 

Wahai kaum muslim, kalian saat ini berada di antara dua pilihan. Apakah (kalian) diam dan rela dengan konsekuensi jatuh, hancur, dan hilangnya agama, lalu kekuasaan ini jatuh di tangan orang-orang kafir? Ataukah kalian bangkit dan merebut daripada tangan para penguasa dan bekerja untuk mengembalikan hukum Allah dengan menegakkan kekhilafahan? Konsekuensinya kita kembali menjadi umat yang agung serta negara yang besar.

 

Ingatlah, betapa singkat dan cepat waktu yang ada. Sesungguhnya kaki tangan dan pengekor orang-orang kafir sama sekali tidak akan bertoleransi kepada kalian dengan bertambahnya tempoh kalian menunggu/bertangguh. Oleh kerana itu, bersegeralah kalian untuk mengubahnya. Tegakkanlah Daulah Khilafah yang menerapkan Islam di dalam negeri dan mengemban Islam dengan jihad keluar negeri-negeri kafir.

 

Sumber: Hadits Shiyam

 

Exit mobile version