Site icon MuslimahHTM News

[Ath-Thariq] Penutup Kitab Ath-Thariq

[Ath-Thariq] Penutup Kitab Ath-Thariq

Penulis: Syeikh Ahmad Athiyat

 

Dengan berakhirnya pembahasan tentang kesukaran dan bahaya yang dihadapi parti berideologi, kita telah sampai di akhir pembahasan buku ini. Pembahasan buku ini telah kami mulai dengan memaparkan perubahan dan maksud penting perubahan, kami juga telah mengemukakan beberapa pemikiran yang penting yang diketengahkan sebagai solusi dan ubat penawar kepada realiti rosak yang kini mengongkong umat Islam.

 

Kemudian ia diteruskan ke dalam pembahasan idea yang cemerlang. Islam adalah satu-satunya ideologi yang layak untuk diterapkan. Islamlah satu-satunya penjamin yang akan membawa umat pada kebangkitan yang diinginkan, kemuliaan yang begitu didambakan, dan kebahagiaan serta ketenteraman.

 

Wahai orang-orang yang berakal, wahai orang-orang yang berfikir, wahai kaum muslim di mana pun kalian berada, bukankah telah tiba saatnya bagi hati dan akal kalian untuk tunduk khusyuk mengingat Allah SWT? Ketika kalian memilih jalan yang benar, serta-merta kalian mampu memperoleh kemuliaan dunia dan kenikmatan akhirat, dan kalian termasuk orang-orang yang disabdakan Rasulullah SAW,

 

“Pada hari kiamat nanti, akan datang sekelompok orang yang imannya begitu menakjubkan, cahaya mereka bergerak di depan dan sebelah kanan mereka, lalu diserukan, ‘Ada khabar gembira untuk anda sekalian dan kesejahteraan terlimpah untuk kalian, berbahagialah dan masuklah ke dalam syurga selama-lamanya.’ Para malaikat dan nabi-nabi begitu menginginkan keadaan seperti mereka yang penuh diliputi kasih sayang Allah.” Seorang sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Mereka itu bukanlah berasal dari kita ataupun kalian, kalian semua adalah sahabatku, sedangkan mereka adalah kekasihku. Mereka datang setelahmu, mereka mendapati kitab ini telah diabaikan oleh manusia dan sunnah yang dipadamkan pula, lalu mereka menetapi kitab dan sunnah ini seraya menghidupkannya, membacanya, dan mengajarkannya pada segenap manusia sehingga mereka memperoleh seksaan di sepanjang jalannya dengan seksaan yang lebih pedih dan lebih kejam daripada yang menimpa kalian. Sesungguhnya iman salah seorang dari mereka sebanding dengan iman empat puluh orang dari kalian, dan seorang syahid di antara mereka sebanding dengan empat puluh syuhada di kalangan kalian. Sesungguhnya kalian memperoleh bantuan dalam menetapi kebenaran, sedangkan mereka tidak, mereka dikepung orang-orang yang zalim dari segenap penjuru, mereka berada di sisi-sisi Baitulmaqdis, dan datanglah pertolongan Allah pada mereka, kekuatan-Nya ada di atas tangan mereka.” Lalu beliau bersabda, “Allahumma, ya Allah, tolonglah mereka dan jadikan mereka sebagai kekasihku di syurga.”

 

Apakah kalian itu adalah mereka—wahai orang-orang yang berakal dan bermata hati—ataukah kalian termasuk orang-orang yang difirmankan Allah SWT,

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْتُمْ تَسْمَعُوْنَ

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَۚ

اِنَّ شَرَّ الدَّوَاۤبِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ

وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling daripadanya, sedang kamu mendengar (Al-Quran yang mewajibkan taatnya). Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (kafir dan munafik) yang berkata: “Kami dengar”, padahal mereka tidak mendengar (tidak mahu menerima dan mematuhinya). Sesungguhnya sejahat-jahat makhluk yang melata, pada sisi (hukum dan ketetapan) Allah, ialah orang-orang yang pekak lagi bisu, yang tidak mahu memahami sesuatupun (dengan akal fikirannya). Dan kalaulah Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentulah Ia menjadikan mereka dapat mendengar; dan kalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar juga (dengan keadaan yang demikian), nescaya mereka tidak menerimanya sambil memalingkan diri. Wahai orang-orang yang beriman, sahut dan sambutlah seruan Allah dan seruan RasulNya apabila Ia menyeru kamu kepada perkara-perkara yang menjadikan kamu hidup sempurna; dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah berkuasa mengubah atau menyekat di antara seseorang itu dengan (pekerjaan) hatinya, dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan. Dan jagalah diri kamu daripada (berlakunya) dosa (yang membawa bala bencana) yang bukan sahaja akan menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu secara khusus (tetapi akan menimpa kamu secara umum). Dan ketahuilah bahawa Allah Maha berat azab seksaNya..” (TMQ Al-Anfal: 20—25)

 

Akhir seruan kami ini adalah sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah,  Dia-lah Pemilik dan Pengatur semesta alam.

 

Sumber artikel: Syeikh Ahmad Athiyat, Ath-Thariq (Jalan Baru Islam)

 

Exit mobile version