[HADIS] Keutamaan Sikap Warak
Oleh: Al-Faqir Arief B. Iskandar
SALAH satu akhlak mulia dalam Islam adalah sikap warak. Orang-orang warak adalah orang-orang yang paling utama di kalangan kaum Muslim.
Abdillah bin Sulaiman menuturkan bahawa Umar bin al-Khattab RA pernah bertanya, “Siapakah manusia yang paling utama?” Orang-orang menjawab, “Orang-orang yang biasa melakukan solat.” Umar berkata, “Sungguh mereka ada yang baik dan ada pula yang buruk.” Orang-orang berkata lagi, “Para mujahid fi sabilillah.” Umar berkata, “Mereka juga ada yang baik dan ada yang biasa berbuat dosa.” Orang-orang berkata lagi, “Orang-orang yang biasa berpuasa.” Umar berkata, “Mereka juga ada yang baik dan ada pula yang bermaksiat. Akan tetapi, sungguh yang paling mulia itu adalah orang yang warak dalam beragama, yang menyempurnakan ketaatannya kepada Allah SWT.” (Ibn Abi ad-Dunya’, Al-warak, I/19).
Sifat warak wajib dimiliki oleh setiap Muslim. Selain memerintahkan sikap warak, Rasulullah SAW sekaligus menyebut keutamaannya. Beliau bersabda:
ُخَشْيَةُ اللَّهِ رَأْسُ كُلِّ حِكْمَةٍ وَ الْوَرَعُ سَيِّدُ الْعَمَلِ ، وَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَرَعٌ يَصُدُّهُ عَنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِذَا خَلَا لَمْ يَعْبَأُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنْ عَمَلِهِ
“Rasa takut kepada Allah adalah puncak segala hikmah. Sikap warak adalah puncak segala amal. Siapa saja yang tidak memiliki sifat warak, ia akan mudah tergelincir pada kemaksiatan. Jika seseorang kosong dari sifat warak, Allah tidak akan mempedulikan amalnya sedikitpun.” (HR Ibn Abi ad-Dunya’, Al-warak, I/12).
Orang-orang yang memiliki sifat warak akan menjadi para kekasih Allah SWT di Hari Akhir nanti. Salman al-Farisi RA menuturkan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda:
حَبِيْنَا اللَّهِ غَدًا أَهْلُ الْوَرَعِ وَ الزُّهْدِ
“Dua golongan kekasih Allah pada Hari Kiamat nanti adalah orang-orang yang memiliki sifat warak dan orang-orang zuhud.” (HR Ibn Abi ad-Dunya, Al-warak, I/16).
Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki sifat warak. Aamiin.
Wa maa tawfiiqii illaa bilLaah.

