[Soal-Jawab Seputar Gerakan Islam] Target dan Metode Dakwah Harakah Islamiah (Bahagian 5/5)
Melakukan perubahan memerlukan beberapa strategi dakwah:
Pertama, hendaklah kelompok dakwah memiliki gambaran yang jelas tentang target yang akan dicapai dan perlu mempersiapkan sistem pemerintahan yang ingin diterapkan. Kemudian semua ini diperkenalkan dan dijelaskan kepada masyarakat agar mereka dapat mengembalikan kepercayaannya terhadap sistem pemerintahan tersebut.
Kedua, hendaklah kelompok dakwah ini menjelaskan bahawa sistem yang diterapkan di seluruh dunia Islam saat ini adalah sistem yang batil/rosak. Ini dilakukan agar setiap kelompok masyarakat kaum muslim tidak mempercayainya lagi atau berlepas diri daripadanya.
Ketiga, adalah suatu keperluan bagi kelompok dakwah untuk berdiri di hadapan penguasa yang menerapkan sistem kufur (selain Islam). Juga perlu menentukan sikap dan menghendaki agar sistem tersebut diganti dengan sistem Islam apabila mereka masih mengakui dirinya sebagai muslim.
Jika penguasa memerangi mereka, bererti yang sebenarnya diperangi oleh mereka adalah Islam itu sendiri. Akan tetapi perlu diingat bahawa kelompok dakwah dalam menentukan sikap terhadap penguasa tidak boleh melakukan tunjuk perasaan dengan cara kekerasan, walaupun pihak militer memerangi gerakan dengan cara bengis.
Tentu, dalam hal ini umat tidak akan diam. Mereka akan melakukan reaksi, baik dengan cara demonstrasi, mogok kerja, memboikot pemerintah, mahupun cara-cara lain sampai penguasa mahu tunduk kepada Islam dan kepercayaan masyarakat terhadap mereka hilang.
Keempat, hendaklah kelompok dakwah tersebut mengembangkan bangunan tubuhnya dengan jalan menambah jumlah anggotanya, walaupun dengan risiko yang sangat besar.
Apabila kelompok dakwah tersebut mampu melaksanakan tanggungjawabnya, tentu akan berhasil mendapatkan kepercayaan umat serta berhasil mencabut dukungan umat terhadap penguasa. Kemudian mereka berusaha mendorong sekelompok orang dari kalangan pegawai pemerintah yang ghirah Islamnya masih hidup untuk menyingkirkan penguasa.
Saat itulah kelompok dakwah tersebut mendapat peluang untuk menerapkan sistem Daulah Islam yang sebelumnya telah mereka persiapkan. Jika seluruh hukum syariat Islam dapat diterapkan melalui negara, akan terbentuklah masyarakat Islam. Inilah yang akan mewarnai individu, keluarga, dan lingkungan, serta akan dipertahankan kualiti Islamnya.
Islam akan tetap menjadi gaya, cara, dan sikap hidup bagi sistem tersebut. Mungkin saja dari segi kuantiti, jumlah kelompok dakwah ini tidak lebih dari ribuan orang atau bahkan hanya ratusan orang saja. Namun, jika umat yang dalam keadaan lemah ini telah memberikan kepercayaan kepada kelompok dakwah tersebut yang telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin umat, selanjutnya umat akan rela mengorbankan segalanya untuk meraih tujuan tersebut yang merupakan tujuan umat juga. Dengan demikian, cita-cita seperti itu, yakni tegaknya pemerintahan Islam dan terbentuknya masyarakat Islam akan mudah sekali diraih.
Bukan sesuatu yang mustahil untuk meraih kemenangan dengan ratusan orang saja yang terdapat di dalam suatu masyarakat yang berjumlah 10 juta orang. Mereka perlu disertai dengan semangat untuk mengorbankan harta benda, diri, bahkan segalanya. Juga perlu diiringi dengan pandangan yang luas dan jelas terhadap tujuannya, dibersamai dengan kesedaran politik antarabangsa. Selanjutnya ratusan orang ini akan berjaya mendapatkan kepercayaan dan berjuang untuk Islam dengan dukungan umat secara mutlak.
Kemudian dengan semangat yang tinggi, umat berserta pihak militer mendukung mereka untuk menegakkan negara khilafah Islam. Akhirnya kekuasaan tersebut diserahkan kepada kelompok dakwah yang jumlahnya sedikit tadi. Dari sini jelaslah bahawa dasar-dasar terbentuknya masyarakat adalah terbentuknya opini atau pandangan yang berdasarkan oleh kesedaran umat, militer, mahupun pegawai negara.
Sumber: Abdurrahman Muhammad Khalid, Soal-Jawab Seputar Gerakan Islam.

