[Siri Sinar Ramadhan] Puasa Sebagai Syafaat
Rasulullah SAW bersabda:
اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Maksud: “Puasa dan al-Quran akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari.” Al-Quran juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda, “Maka kedua-duanya dibolehkan memberi syafaat.” [HR Ahmad]
Hadis di atas menjelaskan bahawa ibadah puasa dan membaca al-Quran yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan mengikuti aturan Allah akan memberikan syafaat kepada pengamalnya di hari kiamat. Para ulama mendefinisikan syafaat sebagai penengah atau wasilah bagi yang lain untuk mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya atau mudharat.
Pada hari kiamat, manusia sangat memerlukan syafaat dengan izin Allah kerana kesusahan yang di alami pada hari kiamat adalah sangat dahsyat dan mengerikan. Antaranya adalah seperti kedudukan matahari yang sangat dekat dengan manusia, keadaan manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri dan ada juga manusia yang diseret dan berjalan dengan wajahnya.
Semua yang berlaku di Padang Mahsyar kelak akan mengambil masa yang sangat lama di mana satu hari di akhirat bersamaan dengan 1000 tahun di bumi. Inilah antara kesusahan yang akan dialami oleh semua manusia ketika berada di Padang Mahsyar kelak dan sememangnya kita memerlukan bantuan dan syafaat ketika itu supaya kita berasa sedikit nyaman sehingga tiba giliran kita untuk dihisab oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭْﻥَ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻭَﺭُﻛْﺒَﺎﻧًﺎ ﻭَﺗُﺠَﺮُّﻭْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭُﺟُﻮْﻫِﻜُﻢْ
“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkenderaan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (HR. Tirmidzi).
Walaubagaimanapun, perlu ditekankan bahawa syafaat ini hanyalah milik Allah SWT, firmanNya,
ﻗُﻞ ﻟِّﻠَّﻪِ ﭐﻟﺸَّﻔَٰﻌَﺔُ ﺟَﻤِﻴﻌٗﺎۖ
“Katakanlah semua syafaat hanyalah milik Allah.” (TMQ az-Zumar [39]: 44)
Puasa dan Al-Quran serta makhluk lainnya tidaklah mempunyai syafaat sebenarnya melainkan dengan izin Allah SWT. Oleh itu, kita hanya boleh meminta syafaat dari Allah SWT sahaja. Tidak boleh meminta dari makhluk-Nya. Allah SWT berfirman:
ﻣَﻦ ﺫَﺍ ﭐﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸۡﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫۡﻧِﻪِۦۚ
“Tidak ada yang memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (TMQ al-Baqarah [2]: 255)
Semoga kita termasuk dalam kalangan mereka yang beruntung; menjadi hamba yang diredhai dengan memperoleh rahmat dan syafaat dariNya serta dijauhkan dari azab seksa api neraka.

