Site icon MuslimahHTM News

Memperbanyak Bekalan Kebaikan

[Siri Sinar Syawal] Memperbanyak Bekalan Kebaikan

 

Nabi SAW bersabda,

 

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُوتُ إِلَّا نَدِمَ قَالُوا : وَمَا نَدَامَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ إِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ ازْدَادَ ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ نَزَعَ

  

“Tidak ada seorang pun yang meninggal dunia kecuali pasti menyesal. Para sahabat bertanya, apa penyesalan mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Jika dia pelaku kebaikan, dia akan menyesal kenapa tidak memperbanyak kebaikannya. Dan jika dia pelaku keburukan, dia akan menyesal kenapa tidak berhenti dari keburukannya.” [HR  Tirmidzi]        

 

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW memberi peringatan tentang nikmat masa yang diberikan Allah SWT kepada manusia semasa hidup di dunia ini yang seharusnya digunakan sehabis baik dalam melakukan amalan kebaikan.

 

Orang yang soleh yang sentiasa menjaga ibadah wajibnya, yang menambah dengan ibadah sunnah, dan menghindari maksiat ternyata masih ada penyesalan setelah dia meninggal dunia. Apatah lagi bagi mereka yang ketika hidup menghabiskan waktu-waktunya dengan kemaksiatan, tentu penyesalan mereka jauh lebih besar. Allah SWT berfirman,

 

“Sehinggalah apabila datangnya kematian, dia berkata wahai Tuhanku, kembalikan aku ke dunia!” [TMQ al-Mukminun (23): 99]

 

Sebahagian mufassir menyatakan bahawa ayat ini berkaitan dengan orang kafir yang menyesal kerana perbuatan mungkar dan maksiat yang mereka lakukan di dunia. Namun secara umumnya, ayat ini turut mengingatkan orang Muslim yang berada di ambang kematian mereka. Saidina Ali RA dalam sebuah khutbahnya berkata,

 

“Wahai manusia! Sesungguhnya hal yang sangat aku khuatirkan terhadap kalian adalah memilki sifat berangan panjang serta mengikuti hawa nafsu. Adapun sifat panjang angan-angan akan membuat kalian lupakan akhirat. Sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi kalian dari kebenaran. Dunia akan berjalan meninggalkan kita, sedangkan akhirat berjalan menghampiri kita. Setiap dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki anak-anak (pengikut). Maka jadilah kalian anak-anak akhirat, dan janganlah menjadi anak-anak dunia. Kerana sesungguhnya hari ini adalah hari untuk beramal tanpa hisab pembalasan, sedangkan besok adalah hari pembalasan dan tiada kesempatan untuk beramal.” (Al Zuhd al kabir, karya Imam al Baihaqi, juz 1, hal 192)

 

Semoga kita menjadi hamba Allah SWT yang sentiasa berlumba melakukan dan memperbanyak kebaikan di dunia ini. Janganlah angan-angan yang panjang membuatkan kita lalai akan kematian yang pasti mendatangi kita tanpa menunggu izin dari kita, tidak cepat sesaat dan tidak lewat sesaat pun.

 

Wallahu’alam

 

 

Exit mobile version