Site icon MuslimahHTM News

[Asam Garam Rumah Tangga] Suka mengungkit-ungkit kebaikan dan hak yang telah diberikan 

[Asam Garam Rumah Tangga] Siri 5

Masalah 4 : Suka mengungkit-ungkit kebaikan dan hak yang telah diberikan

Refleksi :

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap penggembala terhadap apa yang dia gembalakan; adakah dia menjaganya dengan baik atau menyia-nyiakannya. Hingga seorang lelaki akan diminta pertanggungjawaban atas keluarganya.” [HR Nasa’i dan Ibnu Hibban]

Setiap suami atau ayah memikul tanggungjawab sepenuhnya terhadap isteri dan keluarganya. Jika dia mengabaikan hak-hak mereka, maka dia pasti akan dipersoalkan dan diazab pada Hari Kiamat. Oleh itu, amat tidak wajar bagi seorang suami atau ayah bersikap suka mengungkit kebaikan atau kewajipan yang telah ditunaikannya kepada isteri dan anak-anak. Hak-hak tersebut memang sudah menjadi tanggungjawab yang wajib dipenuhi, bukan sesuatu pilihan yang boleh dijadikan alasan untuk berbangga atau diungkit-ungkit. Tanggungjawab ini adalah amanah daripada Allah SWT yang mesti ditunaikan dengan ikhlas.

Lebih-lebih lagi, perbuatan suka mengungkit pemberian merupakan konsekuensi daripada lemahnya keimanan seseorang, berdasarkan peringatan Allah SWT dalam firman-Nya,

“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat…” (TMQ Al-Baqarah [2]:264]

Dalam ayat lain pula, Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan (agama) Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan perkataan membangkit-bangkit (pemberiannya), dan tidak pula menyinggung atau menyakiti (pihak yang diberi), mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita”. (TMQ Al-Baqarah [2]: 262)

Manakala, dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tiga golongan manusia yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak melihat mereka, tidak mensucikan dosanya dan mereka akan mendapatkan seksa yang pedih”.

Abu Dzarr kemudian berkata, “Rasulullah SAW mengulanginya sampai tiga kali.”

Lalu dia bertanya, “Mereka gagal dan rugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?”

Baginda SAW menjawab:

“(Pertama) orang yang melakukan isbal (menjulurkan pakaian melewati mata kaki), (kedua) orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan (ketiga) orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 106)

Maka sewajarnya seorang suami atau ayah bersikap berhati-hati dan mengambil peringatan ini dengan serius agar tidak bersikap bermudah-mudah mengungkit apa saja pemberian dan kebaikan yang dilakukan kepada keluarganya. Lebih-lebih lagi, pemberian nafkah yang merupakan kewajipan datangnya dari Allah SWT khusus ke atas dirinya sebagai suami/ayah.

Seorang suami/ayah yang beriman sudah pasti akan berusaha menjaga lisannya daripada kemaksiatan, sekalipun dia sedang dirundung kekecewaan atau rasa marah. Mudah-mudahan para ayah berlapang dada dalam menunaikan kewajipan masing-masing dan redha dalam melaksanakan ketaatan pada perintah Allah SWT.

#KeluargaMuslimIdeal

#KeluargaTarbiyah

#DakwahBermulaDiRumah

#RumahTaatUmatKuat

#AsamGaramRumahTangga

#SolusiMasalahRumahTangga

#KaunselingKeluargaMuslim

Exit mobile version