[Khilafah Rasyidah] Di Depan Pintu Khilafah (Bahagian 1/5)
Penulis: dr. Hamdan Fahmi
Pada bahagian sebelumnya, kami telah membicarakan berbagai cabaran utama yang mungkin akan dihadapi oleh Daulah Khilafah Islamiah yang telah dijanjikan berdiri dalam waktu dekat atas izin Allah Taala. Sekarang kami akan membicarakan tentang posisi kaum muslim saat ini, khususnya para pengemban dakwah dari Khilafah yang telah dijanjikan itu.
Kami katakan bahawa kaum kafir telah membuat makar besar yang menyebabkan lenyapnya Daulah Khilafah pada awal abad ke-19 lalu. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya mereka telah menjalankan rancangan jahat mereka (untuk menentang Islam), sedang di sisi Allah ada balasan bagi rancangan jahat mereka, walau rancangan jahat mereka itu, dapat melenyapkan gunung-ganang sekalipun.”(TMQ Ibrahim [14]:46).
Umat pun jantungnya tertikam, darahnya mengalir deras, dan tubuhnya dikerat-kerat sedikit demi sedikit. Akibat musibah besar itu pula umat kehilangan kebenarannya. Umat pun mula bergerak ke sana sini tanpa arah dan pandangan, seperti gerakan haiwan yang disembelih. Keadaan umat terus seperti itu sejak saat itu hingga masa kini, ketika umat akhirnya mampu melihat penyebab lukanya dan pemotong anggota tubuhnya.
Umat pun mengetahui racun yang menjadi penyebab bencana bagi mereka dan mengetahui ubat mujarab baginya. Setelah itu, umat pun mulaimeminum ubat itu sehingga menuai kesembuhan hari demi hari hingga hampir sembuh sepenuhnya.
Sesungguhnya umat saat ini sedang berada di depan pintu untuk berdiri dengan kedua kakinya. Umat bangkit sekali lagi dari mimpi buruknya untuk kembali seperti dahulu, yakni menjadi umat terbaik yang telah dikeluarkan untuk umat manusia, dalam satu negara dan kekuasaan, menerapkan hukum Tuhan mereka, serta mengemban risalah kebajikan, petunjuk, dan cahaya kepada seluruh umat manusia.
Sesungguhnya Allah SWT bersama tangan umat ini akan menolong mereka, yang insyaallah akan meraih kemenangan dalam waktu dekat. “Oleh itu, janganlah engkau menyangka Allah memungkiri janjiNya kepada Rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Sedia Membalas (orang-orang yang menderhaka kepadaNya).” (TMQ Ibrahim [14]: 47).
Allah SWT tidak akan pernah menyalahi janji-Nya kepada kaum muslim yang sedang berjuang. Allah SWT akan memenuhi janji-Nya kepada mereka, persis seperti Allah telah memenuhi janji-Nya kepada Rasulullah SAW dengan menolong dan memberikan kemenangan kepada baginda.
Allah SWT akan membalas kaum kafir dan orang-orang yang setia kepada mereka di antara para penguasa yang membuat makar bersama-sama kaum kafir itu dan telah mengkhianati umat dan agamanya. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami tetap membela serta mempertahankan Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman – dalam kehidupan dunia ini dan pada saat bangkitnya saksi-saksi (pada hari kiamat).” (TMQ Ghafir [40]: 51).
Dalam masalah ini, dengan izin Allah, kami akan memaparkan deskripsi realiti umat saat ini. Secara nyata, saat ini umat sedang berdiri di depan pintu Khilafah. Umat menghulurkan tangannya dengan penuh kekuatan untuk membukanya dan masuk dalam naungan kemuliaan, kekuatan, dan ketinggiannya.
Sebelum mula mendeskripsikan realiti kontemporari untuk menurunkan hukum syarak yang relevan, maka perlu disebutkan beberapa rintangan terpenting yang telah dihilangkan oleh umat setelah daya upaya yang dicurahkan dan aktiviti berlanjutan, dengan bantuan, pertolongan, dan dukungan dari Allah Taala.
Rintangan pertama yang telah berjaya dilalui oleh umat pada jalannya menuju pintu Khilafah hingga berhasil mencapainya adalah masalah mengembalikan kepercayaan diri umat. Kepercayaan diri umat sebelumnya telah ditanggalkan oleh kaum kafir dari akal dan hati umat Islam.
Kaum kafir telah berupaya meyakinkan umat, bahawa umat tidak akan pernah dapat kembali seperti dahulu sehingga wajib tetap menjadi pengikut Barat. Umat wajib berpegang kepada ekor Barat dan memandang seperti pandangan Barat. Kaum kafir juga berupaya meyakinkan umat bahawa umat tidak lagi memiliki pilar-pilar kehidupan sedikit pun untuk kembali seperti dahulu sebagai umat yang hidup (memiliki kemampuan/vitality).
Banyak dari putera umat ini yang mempercayai kebohongan dan kedustaan kaum kafir itu, khususnya para pemikir dan penulis yang telah terkooptasi tsaqafah Barat. Di belakang penjajah, mereka mula mengulang-ulang semua yang dikatakan Barat tanpa disertai kesedaran dan pernahaman.
Para pejuang Khilafah dan mereka yang berjalan ke arah pintu kemuliaannya telah berjaya mengembalikan kepercayaan diri umat. Mereka telah berjaya menjadikan umat memahami jati dirinya. Mereka juga berjaya memahamkan umat bahawa semua ucapan kaum kafir adalah dusta dan pembohongan yang tidak berasas sama sekali.
Target kaum kafir adalah mempertahankan umat sebagai rampasan bagi kerakusan mereka, menjadi pasar bagi produk-produk mereka, menjadi pelayan bagi kepentingan-kepentingan mereka, dan agar umat tidak melanggar perintah dan larangan mereka sedikit pun.
Ini merupakan kejayaan besar pada awal masa perjuangan. Juga merupakan kejayaan terhebat yang berjaya direalisasikan selama perjalanan perjuangan yang telah berlangsung lebih dari lima puluh tahun untuk menyebarluaskan semangat maknawi dan pemikiran yang sahih ke dalam akal masyarakat.
Rintangan kedua yang terus berlangsung dalam perjalanan yang berat ini adalah mengembalikan arahan yang benar bagi garis perjalanan dalam diri kaum muslim. Para aktivis yang mukhlis telah berhasil meletakkan kompas di hadapan mata umat dan menentukan arah yang benar bagi kapal umat yang sedang mengarungi lautan penuh ombak dan badai dalam keadaan gelap gulita tanpa cahaya.
Dahulu, dalam diri umat terdapat ketakpercayaan diri dan keputusasaan. Lebih dari itu, umat juga tidak memiliki arahan. Umat berupaya menaiki kenderaan apa pun untuk menyelamatkan diri dari kematian, tetapi tidak lama kemudian tenggelam juga. Adakalanya umat menganut fahaman kesukuan, pada ketika yang lain menganut patriotisme, dan pada waktu yang lain pula menganut sosialisme.
Demikianlah, setiap kali sesuatu muncul dan mendekat, umat pun menaikinya dan mengikatkan diri mereka di bawah dakapannya tanpa mengenali, apakah itu adalah api yang menyala atau parit yang menganga.
Pada saat yang demikian, orang-orang yang memiliki pandangan yang terang dan kesedaran, melihat gerakan dan upaya umat dalam mencari sandaran dan menyelamatkan diri dan kematian itu. Mereka pun melemparkan tali kepada umat yang menyelamatkan dari kematian dan tenggelam. Mereka lalu menarik dan membawa umat di dalam kapal keselamatan menuju daratan yang aman. Semua upaya ini untuk menyelamatkan umat.
Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

