Haram Memberikan Kekuasaan kepada Kaum Kafir
Allah ﷻ berfirman (yang ertinya): “…Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.” [TMQ an-Nisâ’ (4): 141].
Meski ayat ini merupakan kalimat berita (khabar), namun para fuqaha’ menggali hukum dari ayat ini bahawa ayat ini memberikan makna larangan. Yakni, kaum Mukmin dilarang memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai mereka.
Kesimpulan ini didasarkan pada dalâlah al-iqtidhâ’ dari frasa tersebut. Frasa ini berbentuk khabar (berita) bahawa Allah ﷻ tidak memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin. Padahal, secara faktanya kaum kafir pernah menguasai kaum Mukmin. Ketika Rasulullah ﷺ masih di Mekah, kaum Muslim berada di bawah kekuasaan kaum kafir. Disebabkan kepastian benarnya penyampai berita –firman Allah ﷻ—, maka makna nafiyy (penegasan) bahawa kaum kafir mendapatkan sabîl atas kaum Mukmin perlu dimaknai nafiyy terhadap hukum, yakni nafiyy al-jawâz (menegaskan kebolehannya). Dengan kata lain, haram memberi jalan bagi kaum kafir atas kaum Mukmin.
Hukum ini mencakup semua perbuatan yang termasuk dalam memberi jalan bagi kaum kafir atas kaum Mukmin. Para fuqaha’ juga menyebut beberapa contohnya. Menurut Imam Asy-Syafie misalnya, penjualan hamba Muslim kepada kaum kafir termasuk perbuatan yang dilarang. Sedangkan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani memasukkan tindakan mengangkat orang kafir dalam tampuk pemerintahan dalam cakupan pemberian jalan bagi kaum kafir atas kaum Mukmin.
Oleh sebab itu, selagi Allah ﷻ mengharamkan adanya jalan bagi kaum kafir atas kaum Mukmin, maka haram pula mengangkat orang kafir menjadi pemimpin mereka. Demikianlah sikap yang perlu diambil kaum Mukmin terhadap kaum kafir. Tidak ada yang pelik dengan sikap tersebut. Sebab, kaum kafir, baik yang terang-terangan mahupun yang sembunyi-sembunyi, telah terbukti membenci dan memusuhi Islam. Sebaliknya, pelik jika ada seorang yang mengaku Muslim mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. Bagaimana mungkin ada orang yang mengaku Muslim, sementara dia malah memberikan jalan bagi orang kafir untuk menghancurkan agama dan umatnya?
Sumber: “Tafsir Ayat Pilihan Al-Wa’ie” – KH. Rokhmat S. Labib
#tafsirquran #pemerintahan #kekuasaan #pemimpin #politikislam

