Tidak Ada Orang yang Lahir Terus Jadi ‘Ulama
Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan ilmu menjadi pembeza utama antara kemuliaan dan kehinaan manusia. Dalam mukadimah kitab Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn, Imam al-Ghazali mengutip pelbagai atsar sahabat dan tabi‘in yang menegaskan pentingnya ilmu serta dorongan kuat untuk mencarinya.
Abdullah bin Mas’ud RA berkata: “Hendaklah kalian berpegang pada ilmu sebelum ia diangkat, dan diangkatnya ilmu adalah dengan wafatnya para perawinya. Maka demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syuhada benar-benar akan berharap agar Allah membangkitkan mereka sebagai ulama, kerana mereka melihat kemuliaan mereka. Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan sudah ‘alim, sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar.”
Perkataan ini menjadi peringatan sekaligus motivasi. Waktu untuk menuntut ilmu tidaklah panjang. Selama para ulama masih ada, selama ilmu masih diajarkan, maka itulah kesempatan yang perlu dimanfaatkan. Bahkan, kemuliaan ahli ilmu begitu tinggi hingga para syuhada pun menginginkannya.
Tentang firman Allah Azza Wajalla:
﴿… رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ …﴾
“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat” [TMQ al-Baqarah (2): 201]
Imam Hasan al-Bashrî berkata bahawa, “Sesungguhnya kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah, dan kebaikan di akhirat adalah syurga”. Perkataan beliau ini menegaskan bahawa ilmu adalah kunci kebaikan dunia dan jalan menuju kebahagiaan akhirat.
Namun perlu difahami, ilmu memang bukan bakat bawaan sejak lahir. Tidak ada manusia yang terus menjadi ‘alim tanpa proses. Ilmu hanya dapat diraih dengan belajar, kesabaran dan ketekunan. Maka siapa pun yang bersungguh-sungguh, dia memiliki peluang untuk mencapainya.
Maka, menuntut ilmu adalah pelaburan terbesar seorang Muslim. Ia memerlukan kesungguhan dan pengorbanan, tetapi ganjarannya adalah kemuliaan yang tidak ternilai di sisi Allah Azza Wajalla.
Sumber: “Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn” – Imam al-Ghazali
#ilmu

