عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ . أخرجه ابن حبان في صحيحه والطبراني، وأبو نعيم في الحلية.
Dari Mu’adz bin Jabal, dari Rasulullah saw. bersabda, “Allah Swt. melihat kepada makhluk-Nya pada malam nisfu syaaban, lalu memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya, kecuali kepada orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.”
HR Ibn Hibban dalam Sahih-nya [12/481], al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [20/109] dan al-Mu’jam al-Ausath, dan Abu Nu’aim dalam Hilyah al-Auliya’ [5/195], semuanya dari jalur Makhul, dari Malik bin Yukhamir dari Mu’adz secara marfu’. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid [8/65],
“Hadis tersebut diriwayatkan al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam al-Ausath, dan para perawinya boleh dipercayai.” Malik bin Yukhamir seorang perawi tsiqah dan mukhadhram (generasi tabiin yang mengikuti masa jahiliyah), sedangkan Makhul pernah menjumpainya, sehingga hadis ini tidak mengalami keterputusan (inqitha’), sebagaimana anggapan sebahagiannya. Kesimpulannya, Ibnu Hibban sangat tepat dalam menilai kesahihan hadis tersebut. Hadis di atas juga diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah oleh al-Bazzar dalam musnadnya [2/436], jalur Abu Tsa’labah al-Khusyani oleh al-Thabarani [Majma’ al-Zawaid 8/65] dan Ibnu Abi Ashim dalam al-Sunnah [1/223], jalur Auf bin Malik oleh al-Bazzar [2/463], jalur Abu Bakar al-Shiddiq oleh Ibnu Khuzaimah dalam al-Tauhid [no. 90], dan Ibnu Abi Ashim [no. 509], jalur Abu Musa oleh Ibnu Majah [1/446] dan al-Lalaka’i [no. 763], dan jalur Aisyah oleh Ahmad [6/238], al-Tirmidzi [3/107] dan Ibnu Majah [1/445].