UMMAT[AN] WASATH[AN]: UMAT YANG MENEGAKKAN ISLAM
Dalam firman-Nya yang agung, Allah ‘Azza wa Jalla menyifati umat Islam sebagai umat[an] wasath[an]:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا {١٤٣}
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (TMQ Al-Baqarah [2]: 143)
Mentafsirkan ayat yang agung ini, dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “..firman Allah “wa kadzâlika ja’alnâkum ummat[an] wasath[an].” Rasulullah ﷺ bersabda:
«الْوَسَطُ الْعَدْلُ»
“Al-wasath adalah al-‘adlu (adil).” (HR. Al-Bukhari, al-Tirmidzi, Ahmad)
Syeikhul Azhar, al-‘Allamah Mahmud Syaltut menegaskan bahawa umat ini telah diistimewakan semenjak terbitnya fajar Islam dan tersebarnya cahaya petunjuk Ilahi mencapai area seperempat dunia dengan al-Quran al-Karim, sumber petunjuk tersebut dan kemuliaannya. Dimana ajaran-ajaran al-Quran menimbulkan pengaruh positif dan produktif dalam kehidupan manusia pada umumnya, dan kaum Muslim khususnya.
Fadhilatusy Syaikh ’Atha bin Khalil menjelaskan bahawa Allah menjadikan umat Muhammad ﷺ sebagai umat yang adil di antara umat-umat, untuk menjadi saksi atas umat manusia, dan Allah menjadikan umat ini dengan sifat (al-ummah al-wasath) yakni umat yang adil untuk menjadi saksi atas manusia, dimana keadilan merupakan syarat asasi untuk bersaksi. Al-Wasath dalam perkataan orang-orang Arab berkonotasi al-khiyâr (pilihan), dan yang orang terpilih dari umat manusia adalah mereka yang adil. Sehingga boleh disimpulkan bahawa frasa ummat[an] wasath[an] itu sendiri, bermakna “umat pilihan” dan “adil” (khiyâr[an] ’udûl[an]). Yakni umat pilihan yang adil dengan menegakkan ajaran Islam, bukan umat yang menegakkan kezaliman dengan menyalahi ajaran Islam.
Sumber: Cinta Quran Centre
#umatislam #ummatan #umatyangadil #umatpilihan