[Siri Pesan Menggugah Untuk Pengemban Dakwah #2]
Jadilah Da’i Sampai Ajal Menjemput
Wahai yang sedang menua di jalan dakwah…
Semoga Allah panjangkan usiamu dalam kebaikan,
dan wafatkan engkau dalam keadaan membawa cahaya risalah-Nya.
Setiap kita akan mati.
Itu pasti.
Tak ada yang bisa menghindar, tak bisa ditawar.
Entah di atas sejadah, di atas panggung, atau di tengah perjalanan dakwah.
Tapi yang paling penting bukan bagaimana engkau mati,
Melainkan: dalam keadaan apa engkau mati?
Ada yang mati dalam huru-hura.
Ada yang mati dalam kesibukan dunia.
Ada yang mati dalam pelukan kekuasaan.
Tapi ada juga…
yang mati dalam keadaan mengajak manusia kepada Allah.
Itulah kematian yang paling indah.
Allah Ta’ala berfirman:
“وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ”
“Sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (TMQ Al-Hijr: 99)
Ertinya…
tak ada titik persaraan dalam dakwah.
Tak ada masa “purnatugas” bagi penyeru kebenaran.
Engkau boleh bersara dari pekerjaan,
tapi tidak dari perjuangan.
Engkau boleh tak lagi naik mimbar,
tapi lisanmu tetap bisa membisikkan nasihat.
Jari-jarimu tetap bisa menulis.
Matamu tetap bisa menangis dalam doa.
Jadilah da’i…
Meski tubuhmu mulai lemah.
Meski rambutmu mulai putih.
Meski langkahmu tak lagi cepat.
Kerana da’i bukan kerjaya.
Da’i adalah identiti.
Yang dibawa sejak mengenal dakwah…
hingga nyawa berpisah dari raga.
Imam Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“إن لله عبادًا يعيشون للدعوة، ويموتون على نصرتها، ويبعثون يوم القيامة شهداء على الناس.”
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang hidup untuk dakwah,
mati di atas jalan dakwah,
dan akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai saksi atas manusia.”
Wahai pengemban Dakwah
Hari-harimu adalah ladang pahala.
Setiap nasihat yang kau ucapkan,
Setiap kalimat kebenaran yang kau tulis,
Setiap langkah menuju forum halaqah…
Semua itu akan menjadi saksi di hadapan Allah.
Dan kelak, ketika ruhmu diangkat,
Engkau akan mendengar:
“Ini dia hamba-Ku,
yang tetap berdakwah meski usianya senja.
Yang tak berhenti menyuarakan kebenaran…
meski tak lagi disambut banyak orang.”
Dalam hadis Rasulullah ﷺ bersabda:
“خير الناس من طال عمره وحسن عمله”
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Apa amal terbaik itu?
Mengajak manusia kepada Allah.
Kerana satu jiwa yang kembali kepada-Nya melalui lisanmu…
lebih baik dari dunia dan seisinya.
Maka hari ini…
jangan pernah berkata, “Aku sudah cukup.”
Jangan pernah berkata, “Sudah masanya istirehat.”
Kerana istirehat seorang da’i adalah di syurga.
Dan itu belum hari ini.
Jadilah da’i… sampai ajal menjemput.
Sampai tubuhmu tak mampu lagi berdiri.
Sampai lisanmu tak lagi mampu bersuara.
Tapi hatimu… tetap penuh cinta pada perjuangan ini.
Maka ketika ajal tiba…
Engkau tidak sedang meninggalkan dunia,
Tapi sedang melanjutkan perjalanan,
Menuju tempat di mana para da’i sejati disambut dengan senyuman para malaikat,
dan ditanya dengan lembut:
“Wahai jiwa yang menyampaikan kebenaran…
engkau telah hidup untuk Islam…
kini masuklah ke dalam rahmat-Ku.”
Saudaramu,
(KH) Yasin Muthohar
Pengasas Pesantren Al-Abqary
* purnatugas : masa bersara/ berakhirnya masa dalam melakukan pekerjaan