INILAH MAKNA SESUNGGUHNYA DARI RADIKAL DAN MODERAT
Oleh: Joko Prasetyo (Jurnalis)
Kafir penjajah radikal (memegang teguh sampai ke akarnya) terhadap akidah sekular (memisahkan kehidupan ruang umum/bernegara daripada agama). Sedangkan Islam mewajibkan menegakkan khilafah (sistem pemerintahan yang menerapkan syariat Islam secara kaffah) dan jihad (berperang melawan kafir penjajah).
Oleh kerana itu kafir penjajah meracuni umat Islam dengan idea kufur moderat/penyederhanaan dalam agama (jalan tengah/mengaku Islam tetapi menuruti kehendak kafir penjajah) dan membangga-banggakannya seolah sebagai kebaikan.
Dalam waktu yang sama, kafir penjajah mencap umat Islam yang berpegang teguh pada akidah dan syariat Islam sebagai radikal (sudah tentu kerana memegang teguh Islam sampai ke akarnya) dan menghina-dinakan dengan berbagai fitnah buruk.
Untuk apa mereka melakukan perkara itu? Tujuannya hanya satu, agar kaum Muslim tak memegang teguh akidah dan syariat Islam sehingga dengan mudah kafir penjajah merompak sumber alam dan memperhambakan sumber manusia dari negeri-negeri Islam. Lebih malang, para penguasa negeri Islam malah bangga jadi ejen penyebar idea kufur jebakan kafir penjajah tersebut.
Itulah makna sesungguhnya di sebalik kata radikal dan moderat, tak ada hubungannya sama sekali dengan toleransi. Istilah toleransi hanyalah topeng untuk menutup kebusukan idea kufur moderat.
Tambahan pula, kaum Muslim yang taat syariat Islam sangat memahami apa itu toleransi (tidak memaksa orang kafir masuk Islam, tidak mengganggu orang kafir beribadah, hidup bertetangga dengan baik dengan orang kafir) tak perlu lagi diajar oleh kafir penjajah dan ejennya yang kerap kali menghukum dan menjenayahkan Islam dan pendakwahnya.
Agar hidup bahagia dunia akhirat, teruslah berusaha takwa dengan taat syariat. Jangan terpengaruh narasi radikal ataupun moderat yang dihembuskan penjajah laknat.
Allahu Akbar![]