Pada bulan suci ini Allah swt menetapkannya sebagai momen untuk mewujudkan misi agung yang penting pada zaman Nabi saw.
Pada 17 Ramadhan 2 H ditetapkan sebagai Yawm al-Furqan (Hari Penentuan), momen Perang Badar al-Kubra, yang menentukan kalah dan menangnya Islam. Jika kaum Muslim kalah, kaum Muslim pun habis, dan Islam pun tak akan ada lagi. Inilah detik penting yang pertama.
Betapa pentingnya momen ini terlihat jelas dari doa yang dipanjatkan oleh Nabi saw. pada malam Perang Badar al-Kubra. Ketika itu Nabi saw. berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah, jika kelompok (yang sedikit ini) kalah maka setelah ini, Engkau tak akan pernah lagi disembah.”
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi saw. di tengah malam. Diulang-ulang. Dengan tubuh bergetar. Hingga serban yang ada di pundak sebelah kanan Nabi saw. pun terjatuh ke tanah. Serban tersebut diambil oleh Abu Bakar. Abu Bakar yang ketika itu ada di belakang Nabi saw. pun merinding. Bulu romanya berdiri mendengarkan doa Nabi saw. yang dahsyat itu. Akhirnya, Abu Bakar berkata kepada beliau, “Cukup. Cukup, ya Rasulullah. Allah telah mendengar doamu.”
Pada 20 Ramadhan 8 H, Nabi bersama 10 000 sahabat telah membuka Kota Mekah yang pada masa itu, bukanlah sekadar Baitullah, yang menjadi perhatian dunia, tetapi juga ibukota Arab, Quraisy. Justeru, tatkala ia jatuh ke tangan kaum Muslim, seluruh Jazirah Arab pun berbondong-bondong menyatakan ketun-dukannya kepada Negara Islam di Madinah, yang dipimpin oleh Nabi saw.
Setelah peristiwa Penaklukan Kota Mekah ini (Ramadhan 8 H), yang diikuti pula dengan Perang Hunain (Syawal 8 H), Nabi saw. kembali ke Madinah setelah terlebih dulu melaksanakan umrah. Lalu pada tahun 9 H, ada 70 kabilah dan suku dari seluruh Jazirah Arab menghadap Nabi saw. di Madinah sehingga tahun itu Nabi saw. tidak boleh menunaikan ibadah haji. Nabi menunjuk Abu Bakar sebagai Amirul Haj. Setelah Abu Bakar berangkat, Surah at-Taubah turun kepada Nabi saw., yang dimulakan tanpa Basmallah, tetapi kalimat yang tegas: Bara’atun minalLahi wa Rasulihi (Allah dan Rasul-Nya berlepas diri…). Ini menandakan tak ada lagi kompromi dengan kekufuran.
Inilah dua misi penting yang benar-benar luar biasa: Perang Badar al-Kubra dan Penaklukan Kota Mekah. Semuanya dilakukan oleh Nabi saw. atas perintah Allah SWT pada bulan Ramadhan.
Mengapa Ramadhan dipilih oleh Allah untuk mewujudkan misi penting tersebut? Tentulah hal ini menekankan bahawa Bulan Ramadhan bukan hanya berdimensi ritual, namun juga berdimensi perjuangan.
– Dr Ahmad Sastra