Istiqamah merupakan sebab turunnya pertolongan dari Allah Taala. Istiqamah secara istilah ialah ‘jalan yang lurus’ (ad-diinul qayyim) tanpa adanya kepincangan, baik ke kanan mahupun ke kiri; dan mencakup segala bentuk ketaatan kepada Allah, baik lahiriah mahupun batiniah, serta meninggalkan semua larangan-Nya.
Firman Allah Taala, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’” [TMQ Fussilat (41): 30]
Hukum istiqamah dalam amal soleh adalah wajib. Allah Taala berfirman, “Maka istiqamahlah (tetaplah kamu pada jalan-Nya yang benar) sebagaimana diperintahkan kepadamu….” [TMQ Hud (11): 112]
Selain menjadi sebab terbesar turunnya pertolongan Allah Taala, apa lagi keistimewaan istiqamah?
Pertama, malaikat akan melindunginya, dimasukkan ke dalam syurga, serta mendapat segala apa yang diinginkan.
Firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka istiqamah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kami pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya kamu memperolah apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.’” [TMQ Fussilat (41): 30—31]
Kedua, mendapatkan kecintaan Allah Taala. Dalam hadis qudsi dikatakan, “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripada kewajipan yang Aku embankan kepadanya, dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR Bukhari)
Ketiga, tercegah dari perbuatan mungkar. Seseorang yang selalu beramal soleh akan melatih jiwanya untuk memerangi racun syahwat dan menghalanginya dari perbuatan yang tidak layak baginya. Allah menyebutkan salah satu manfaat solat dalam firman-Nya, “Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” [TMQ Al- Ankabut (29): 45]
Keempat, mendapat pahala sekalipun berhalangan. Sabda Rasul saw., “Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia sihat atau mukim.” (HR Bukhari)
Cara Agar Istiqamah
Pertama, memperbanyak taubat serta istighfar. Kedua hal ini dapat menambah kekuatan untuk istiqamah dan beramal soleh. Firman Allah Taala, “Mohonlah ampun kepada Rabb-mu, lalu bertaubatlah kepada-Nya, nescaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambah kekuatan kepada kekuatanmu, janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” [TMQ Hud (11): 52]
Kedua, melakukan amal sesuai kemampuan. Memilih suatu amalan yang kita sanggupi dan mampu untuk istiqamah dalamnya meski hanya sedikit. Misalnya, rutin menunaikan amalan sunnah seperti solat malam, puasa sunnah, dan sedekah. Ini sebagaimana generasi dahulu yang di antara mereka ada yang banyak menunaikan solat malam, sementara yang lain banyak berzikir dan bersedekah.
Ketiga, jangan melakukan aktiviti yang membebani diri. Jangan mengerjakan suatu amalan yang sebenarnya tidak mampu untuk dilakukan. Bahkan, boleh jadi ia justeru akan meninggalkan seluruh amalannya. Misalnya, belum mampu solat malam sebelas rakaat, maka rutinkan sahaja dengan mengerjakannya sebanyak tiga rakaat. Setelahnya berlatih untuk menambahnya jika telah mampu.
Keempat, mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa. Rasul saw. pernah bersabda, “Wahai Abdullah, janganlah seperti si Fulan. Dia dahulu mengerjakan solat malam, tetapi kemudian meninggalkannya.” (HR Bukhari)
Kelima, mereka yang istiqamah tidak akan pernah merasa khuatir dengan segala yang akan menimpa mereka. Janji Allah Taala dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khuatir pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati.” [TMQ Al-Ahqaf (46): 13]
Keenam, melangitkan doa, “Allahummah waffiqna li tha’atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka atas sami’ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa salam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.”
Ertinya, “Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan para sahabatnya.”
Lalu, adakah kita telah istiqamah dalam beramal? Istiqamahlah mengkaji Islam, mengamalkan pemikiran Islam, menunaikan amalan sunnah, istiqamah birrul waliddain, memperjuangkan Islam, dan istiqamah beramar makruf nahi mungkar.
Semoga amalan-amalan ini boleh menjadi sebab segera turunnya pertolongan Allah Taala kepada kita. Wallahul muwaffiq.
Sumber:https://muslimahnews.net/2022/04/17/4642/