Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman
Mengapa Saidina Umar menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Islam?
Selain momentum hijrahnya itu sendiri, yang identik dengan momentum perubahan, tetapi yang menarik, hijrah Nabi itu dilakukan di bulan Rabiul Awwal, bukan Muharram, tapi mengapa tahun barunya 1 Muharram?
Ibn Hajar, dalam kitabnya Fath al-Bari, menjelaskan alasannya, kerana peristiwa perubahan itu dimulai saat terjadinya Baiat Aqabah Kedua, bulan Zulhijjah tahun ke 13 kenabian.
Hari pertama setelah Zulhijjah adalah Muharram, maka 1 Muharram ditetapkan oleh Khalifah Umar bin al-Khattab sebagai tahun baru Islam.
Dalam sejarah hijrah secara fizik, mulai dari hijrah pertama dan kedua ke Habsyah, hijrah ketiga, ke Madinah juga diikuti oleh kaum perempuan. Bahkan, peristiwa yang membersamainya, iaitu dakwah dan Baiat Aqabah Kedua juga tidak terlepas dari peranan perempuan.
Secara non fizik, perempuan mempunyai peranan yang luar biasa, sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. Kerana itu, dari rahim perempuan hebat, seperti Sayyidah Shafiyyah binti Abdul Muthallib al-Hasyimiyah, lahir sosok Zubair bin al-Awwam, yang sanggup mengorbankan apapun untuk agama dan Nabinya
Maka, namanya kita abadikan menjadi nama Gedung Banat, Gedung Sayyidah Shafiyyah. Shafiyyah tidak hanya milik puteri Abdul Muthallib, tapi juga wanita Yahudi, yang dijadikan “tawanan” Dihyah al-Kalabi, “jelmaan” Jibril, kemudian dibebaskan dan dinikahi Nabi.
Nabi mengatakan, “Fainnaha qad aslamat wa hasuna Islamuha” (Dia telah masuk Islam, dan Islamnya baik). Wanita isteri Nabi, “puteri” Nabi Harun dan “anak saudara” Nabi Musa as.
Semoga inspirasi perubahan pada sosok mereka dapat menjadi inspirasi bagi kaum perempuan hari ini, melahirkan generasi emas, seperti Zubair dan Abdullah bin Zubair.
Maka, nama-nama tokoh inspirasi itu kita abadikan.
Gedung Pertama, Gedung Sulthan Ulama. Gedung Kedua, Gedung Syaikhul Islam. Gedung Ketiga, Gedung Muhammad al-Fatih.
Gedung Keempat, Gedung Sayyidah Shafiyyah
Semoga redha dan berkah terus membersamai langkah kita semua.