Tabarruj pada Hari yang Fitri? Janganlah, ya!
Penulis: Shezan A. Gerung
Sahabat muslimah, Ramadhan telah berlalu. Kaum muslim bersuka-cita menyambut hari nan fitri penuh kebahagiaan. Berkumpul bersama keluarga adalah momen yang paling ditunggu. Pada momen Aidilfitri ini juga, pasti Sahabat muslimah banyak yang sudah berjanjian untuk meet up dengan circle-nya masing-masing.
Buat kaum hawa, momen berkumpul-kumpul boleh menjadi perkara yang rumit tatkala memikirkan outfit. Tidak hanya itu, soal dandanan juga seakan-akan menjadi wajib ketika berkumpul bersama. Satu benda yang juga menjadi juara promosi di dunia maya adalah peralatan make–up.
Ya, benda ini seakan-akan susah lepas dari kaum hawa. Rasanya tidak afdal kalau ada perempuan yang tidak ber-make up. Ada yang kurang, katanya. Sampai-sampai ada yang beranggapan bahawa rasa percaya dirinya kurang jika keluar tanpa make up. Wah! Apalagi tutorial make up berbagai nuansa pun bermunculan di layar smartphone dengan mudahnya. Jadilah dunia make up ini kian melekat dalam kehidupan kesehari-harian para perempuan, termasuklah gadis.
Memang benar, dengan make up, perempuan terlihat makin cantik dan menarik. Namun demikian, ada begitu banyak perkara yang perlu sahabat sekalian perhatikan. Bukan hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga dari sisi syariatnya.
Make Up, Biar Selamat!
Bagi kaum perempuan, penting kiranya untuk terlihat cantik dan menarik sepanjang waktu. Betul ke ni? Nah, menurut sebahagiannya, kunci untuk mencapainya adalah dengan make up alias berdandan. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang mesti Sahabat muslimah perhatikan.
Menurut informasi dari The Campaign for Safe Cosmetics terdapat beberapa fakta yang wajib kaum hawa perhatikan untuk alasan keselamatan pada wanita. Ayuh, kita bahas bersama.
- Bahan berbahaya.
Dalam beberapa produk kecantikan, pengeluar (kilang kosmetik) menggunakan bahan kimia beracun yang terserap melalui kulit, terhirup, atau yang dapat tertelan seperti yang terdapat pada produk deodorant, losyen, maskara, dan lipstik. Sebaiknya kamu-kamu lebih berhati-hati terhadap daftar bahan-bahan kimia berbahaya di atas, ya guys!
Ada banyak keluhan tentang penggunaan make up yang biasa kita dengarkan setiap harinya, meskipun para pengeluar dalam hal ini, merujuk pada kilang kosmetik, telah menjelaskan bahawa produknya selamat dan sudah diuji sebelum masuk ke pasaran, hal ini tetap tidak dapat mencegah terjadinya kes-kes tertentu. Misalnya, implikasi wajah memerah, bengkak, atau reaksi negatif lainnya. Sebaiknya teliti sebelum membeli, ya. Teringin glowing, sebaliknya jadi kecewa. Kan dah susah!
- Hati-hati dengan produk pencerah kulit!
Kosmetik yang digunakan untuk memutihkan kulit mungkin saja memiliki bahan-bahan berbahaya yang dapat memicu kanser, masalah reproduksi, hormon, dan sensitiviti kulit.
- Pilih produk semula jadi!
Ada banyak produk kosmetik yang mendakwa menggunakan bahan-bahan semula jadi. Namun, ini tidak menjamin keselamatan pengguna yang memakai produk tersebut. Apalagi tidak sedikit kaum perempuan yang ingin memiliki wajah cerah dalam waktu yang singkat. Makanya, sebaiknya perhatikan dengan cermat produk-produk kosmetik yang hendak kalian gunakan, ya.
Hati-Hati Tabarruj!
Menurut sebuah kajian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology Social, ternyata make up dapat meningkatkan potensi pendapatan alias gaji dan promosi di tempat kerja. Hal ini kerana fungsi make up adalah menambah kepercayaan diri dan melengkapi penampilan para wanita.
Jadi relate, ya, kalau hari ini pasaran kerja meletakkan salah satu syarat khusus untuk penerimaan kaki tangan wanita, adalah berpenampilan menarik. Ya, yang pintar, tetapi wajahnya sederhana, kadang di-slash oleh calon wanita yang berwajah glowing-bersinar. Aduh!
Namun demikian, disebalik sisi inilah yang sepatutnya kaum hawa perhatikan. Jika make up sudah menjadi salah satu penentu pendapatan, maka berhati-hatilah. Sedar atau tidak, sisi kewanitaan kaum hawa sedang mengalami eksploitasian.
Tidak Boleh Tabarruj
Sahabat muslimah, sejatinya seorang perempuan tidak boleh mengumbar kecantikannya dengan alasan apa pun. Kecantikan seorang muslimah wajib terjaga dan hanya diperuntukkan buat sang suami setelah dia menikah. Nah, bagaimana dengan yang belum bersuami? Ya, tetap sama, tidak boleh mengumbar pesona dengan berdandan secara berlebihan.
Kalau teringin terlihat rapi, tidak mengapa. Kan, Rasulullah sendiri menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan. Namun demikian, sebagai seorang muslimah wajib faham batasan-batasan syariat mengenai penampilan.
Bukan hanya dandanan yang wajib kita perhatikan. Di tengah maraknya pasaran fesyen muslim, hadir berbagai busana muslimah yang standardnya juga mesti didasarkan pada syariat. Jadi, semangat untuk mengenakan pakaian syarie tetaplah mesti bersamaan dengan pengetahuan tentang syariat mengenai pakaian muslimah itu sendiri.
Jadi selain aspek kesihatan yang mesti diperhatikan, aspek tabarruj atau bersolek berlebihan yang mengundang perhatian adalah hal terpenting yang wajib para muslimah pertimbangkan. Jangan sampai niat untuk menjalankan syariat Allah, tetapi pelaksanaannya tidak merujuk pada yang Allah tetapkan. Makanya, di sinilah pentingnya ilmu.
Hari yang fitri tentu momentum yang sangat membahagiakan. Namun, ingat ya, jangan sampai momen kembali kepada fitrah ini sebaliknya ternoda dengan dandanan dan penampilan yang tidak sesuai syariat. So, tabarruj pada hari yang fitri? Janganlah, ya! Wallaahualam.