Syawal, Bulan Silaturahmi Keluarga Muslim
Penulis: Najmah Saiidah
Syawal memang identik dengan bulan silaturahmi, kerana memang jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan amaliah silaturahmi. Bahkan tidak sedikit beberapa di antara kita yang mempunyai orang tua yang tinggal di kampung rela menghadap kesesakan jalan raya untuk pulang ke kampung halaman agar dapat bertemu dan saling bermaaf-maafan dengan orang tua dan kaum kerabat serta sahabat handai.
Oleh sebab itu, tidak hairan bila bulan Syawal begitu istimewa dengan menjadi salah satu bulan saat kebanyakan umat muslim berkumpul dan bersilaturahmi. Syawal memang menjadi bulan penuh berkah dan rahmat Allah kerana umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
Islam Memerintahkan Silaturahmi
Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang bererti hubungan dan rahim yang bererti kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari kata ar-rahmah yang berarti kasih sayang atau kekeluargaan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam salah satu hadis, yang ertinya, “Bukanlah bersilaturahmi adalah orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari).
Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW. juga menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan silaturahmi dalam salah satu hadisnya, “Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (saudara) merosak hubungan persaudaraan dengan dirinya.” (HR Bukhari).
Silaturahmi termasuk salah satu amal kebaikan sebagai usaha untuk menyambung tali ikatan kekerabatan antara keluarga, baik yang dekat hubungan darahnya ataupun jauh. Menjaga dan mempererat tali silaturahmi merupakan kunci syurga, sebagaimana hadis, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan solat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis yang lain, Rasulullah menekankan, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya dia menyambung silaturahminya (dengan kerabat).“ (HR Bukhari).
Sebaliknya, memutuskan silaturahmi merupakan hal yang dilarang oleh Allah SWT. dan dianggap sebagai perosak kehidupan. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah yang ertinya, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.” (TMQ Muhammad: 22-23).
Hikmah Silaturahmi bagi Keluarga Muslim
Berdasarkan banyak nas, sesungguhnya sangat jelas bahawa Islam sangat memperhatikan silaturahmi dan menjadikannya sebagai bahagian dari akhlak mulia dan memiliki banyak keutamaan yang penting diketahui oleh setiap keluarga muslim. Oleh sebab itu, setiap keluarga muslim hendaklah selalu berusaha menyambungkan tali silaturahmi dan merealisasikannya dalam kehidupan.
Selain itu, jika keluarga muslim menelusuri nas-nas tentang silaturahmi, kita akan temukan banyak hikmah yang kita dapatkan ketika bersilaturahmi, di antaranya:
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Membangun silaturahmi merupakan salah satu cara kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini kerana, ketika kita ingin melanjutkan silaturahmi dan memperlakukan orang dengan baik, itu bererti kita telah memenuhi perintah Allah SWT. Dalam sebuah riwayat, Abu Hurairah mengatakan bahawa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata, ‘Ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.’ Dia berfirman, ‘Benar, apakah engkau redha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Dia berfirman, ‘Itulah untukmu.’”
Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang sangat disukai oleh Allah. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Mahukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya ilmu, sambunglah silaturahmi orang yang memutuskanmu, dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”
Kerana menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu hal yang diperintahkan Allah SWT, maka dengan menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak yang terpuji.
- Mendapatkan rahmat
Setiap keluarga muslim tentu sangat mengharapkan rahmat dari Allah SWT. dan mendapatkan tempat terbaik pada yaumulakhir nanti. Salah satu amalan yang paling mudah untuk mendapatkan rahmat Allah adalah dengan menyambung tali silaturahmi, sebagaimana yang dijelaskan hadis qudsi berikut ini, Allah berfirman, “Aku adalah Maha Pengasih dan ia adalah rahim, nama itu diambil dari bahagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud).
Dengan silaturahmi kita akan bertemu dengan banyak orang, saling menyapa dan bercerita hal-hal yang baik. Sering kali dengan bertemu sanak saudara kita boleh mendapatkan banyak ilmu, saling mendoakan dan menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya. Wawasan dan pengalaman kita pun akan bertambah, bahkan rahmat Allah akan berlimpah kepada kita semua.
- Menguatkan kekerabatan keluarga muslim
Dengan silaturahmi tentu kita akan dapat menjaga kerukunan dan keharmonian di antara keluarga dan kerabat kita, baik yang dekat mahupun yang jauh. Momentum saling memaafkan saat bersilaturahmi dapat membuat hubungan menjadi rukun. Dorongan untuk saling memaafkan dengan tetap bersilaturahmi dapat membuat hubungan menjadi harmoni.
Bagaimanapun setiap manusia tidak akan pernah terlepas dari kesalahan dan khilaf. Tentu saja dengan saling bermaaf-maafan, terlebih dengan bertemu muka secara langsung, maka dengan sendirinya ketika ada hal-hal yang sebelumnya kurang senang di antara kedua pihak akan menjadi ‘clear’. Seterusnya hubungan akan semakin baik dan akan semakin menguatkan ikatan kekerabatan.
Selain itu, menjaga silaturahmi dapat saling menghibur di antara kaum kerabat, bahkan dapat membantu orang-orang tersayang yang memerlukan.
Terkadang ada orang yang enggan untuk meminta bantuan saat memerlukan. Dengan bertemu langsung kita akan mengetahui bagaimana keadaan saudara kita ini, terkadang kita perlu membantu tanpa menunggu diminta. Bukankah ketika kita dalam kesulitan, orang-orang yang mencintai kita akan membantu kita? Kerana semua perbuatan kita akan dibalas sesuai dengan apa yang kita lakukan. “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (TMQ Ar-Rahman: 60).
- Menjadi makhluk berakhlak mulia
Hikmah lain dari silaturahmi adalah dapat menjadikan diri kita makhluk mulia. Kerana menyambungkan hubungan dengan mereka yang telah memutuskan tali persaudaraan merupakan hal terpuji yang dicintai oleh Allah SWT.
Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. bahawa Nabi SAW bersabda, “Mahukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu, dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”
- Masuk syurga dengan selamat dan dijauhkan dari api neraka
Silaturahmi bukan hanya urusan kita dengan orang tua atau kerabat, tetapi juga bentuk usaha dan ketaatan terhadap apa yang telah Allah perintahkan. Dalam sebuah hadis diungkapkan bahawa pahala untuk silaturahmi adalah masuk syurga, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, solatlah pada malam hari ketika manusia terlelap tidur, nescaya kalian masuk syurga dengan selamat.”(HR Ibnu Majah).
Selain itu, dengan bersilaturahmi kita akan dijauhkan dari api neraka. Seorang muslim yang menjalin kembali tali silaturahmi akan dijauhkan dari neraka. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadis, “Engkau menyembah Allah SWT. dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan solat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.”(HR Bukhari dan Muslim).
- Memperpanjang umur dan melapangkan rezeki
Hikmah silaturahmi juga dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Mengunjungi anggota keluarga dan sanak saudara merupakan salah satu cara untuk menciptakan kerukunan dan keharmonian. Selain itu, silaturahmi juga merupakan amalan yang memiliki nilai pahala besar. Seseorang yang sentiasa menjaga tali silaturahmi, maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR Bukhari, Muslim).
Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini bukan hanya bermanfaat di dunia, tetapi untuk kebaikan di akhirat nanti.
Demikianlah keluarga muslim, kekuatan dari silaturahmi yang demikian besar. Dengan bekal ketaatan kepada Allah SWT., kita mengupayakan untuk terus menyambung tali silaturahmi dengan seluruh keluarga dan kerabat kita, baik yang dekat mahupun yang jauh. Semoga kita dan seluruh keluarga kita dapat merasakan hikmah yang luar biasa dari silaturahmi ini. Wallahualam bissawab.
#Silaturahmi #Syawal1444H #Aidilfitri2023