Jangan Takut Dianggap Aneh
Oleh: Al-Faqir Arief B. Iskandar
(Khadim Maahad Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor).
Pernahkah anda tiba-tiba dianggap aneh dan asing oleh orang keliling selepas anda berubah mejadi lebih baik dari sebelumnya? Dari solat yang lompong-lompong, tiba-tiba berusaha untuk selalu solat fardhu berjemaah di masjid? Dari pandangan mata yang biasanya liar, tiba-tiba berusaha sentiasa menundukkan pandangan? Dari terbiasa bergosip-ria, tiba-tiba berusaha banyak diam demi menjaga lisan? Dari biasa ke panggung wayang dan ke tempat hiburan, tiba-tiba rajin ke majlis ilmu? Atau jika anda yang wanita, berubah dari biasanya berpakaian seksi, tiba-tiba berjilbab syarie, dari suka berikhtilat (bergaul bebas) tiba-tiba menjaga jarak dari semua lelaki, dan sebagainya.
Jika anda dipandang dan dikatakan pelik dengan perubahan anda, anda layak berbahagia. Sebab, sebagaimana sabda Nabi saw., “Sesungguhnya agama (Islam) ini pada mulanya dianggap asing (aneh) dan nanti akan kembali dianggap asing (aneh). Oleh itu berbahagialah orang-orang yang terasing. Mereka adalah orang-orang yang sentiasa melakukan perbaikan terhadap apa saja yang dirosakkan oleh manusia setelah aku.” (HR at-Tirmidzi).
Dalam hadis lain Rasul saw. bersabda, “Al-Ghuraba’ (orang-orang aneh/terasing) adalah orang-orang soleh yang berada di tengah-tengah masyarakat yang buruk; yang mana orang-orang yang menentang mereka lebih banyak daripada orang-orang yang mengikuti mereka.” (HR ath-Thabrani).
Dari hadis-hadis di atas jelas, siapa yang disebut orang-orang aneh/terasing (al-ghuraba’) itu. Pertama, orang-orang aneh/terasing itu adalah orang-orang soleh yang taat kepada Allah SWT di tengah-tengah masyarakat yang banyak bermaksiat kepada-Nya. Kedua, orang-orang aneh/terasing itu bukan hanya soleh (baik), tetapi mushlih (yakni biasa melakukan perbaikan atas perkara agama -apa sahaja yang telah dirosakkan oleh masyarakat). Ketiga, orang-orang aneh/terasing itu lebih banyak ditentang oleh orang-orang daripada diikuti. Sudah pasti, ini sangat mudah difahami. Orang-orang yang biasa bermaksiat, misalnya, akan mengikuti orang-orang yang biasa bermaksiat juga; tak akan mengikuti orang-orang yang taat atau yang soleh. Para pelaku kemungkaran akan menentang orang-orang yang melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap mereka.
Mereka inilah orang-orang yang dicemburui oleh para nabi dan para syuhada kerana kedudukan mereka yang istimewa di sisi Allah SWT (HR al-Hakim).
Alhasil, kita tak perlu takut dianggap aneh atau asing oleh orang lain. Justeru kita perlu merasa bangga.
Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. []
#hadis #ghuraba