[Global] Perjuangan Pengemban Dakwah Islam Ideologis di Uzbekistan Tetap Diteruskan
Pada Jumaat, 26 Julai yang lalu, aktivis dakwah, Sumaya binti Khayyat mengatakan bahawa perjuangan pengemban dakwah Islam ideologis di Uzbekistan tetap terus berjalan walaupun rejim Shavkat Mirziyoyev meneruskan warisan penindasan pemimpin sebelumnya, Islam Karimov.
Sumaya juga menjelaskan meskipun pada awalnya mereka menjanjikan reformasi, pemerintahan Mirziyoyev telah kembali melakukan penindasan yang parah, khususnya terhadap anggota kelompok dakwah Islam ideologis. Pada 9 Mei 2024 lalu, 23 anggota ditangkap kembali atas tuduhan yang sama dengan yang mereka hadapi hampir dua abad lalu. Sebelum itu, mereka telah mengalami hampir dua puluh tahun penjara dan penyeksaan selama pemerintahan tirani Karimov. Mirziyoyez sebelumnya ingin mengakhiri segala penyeksaan, kezaliman terhadap tahanan, serta penahanan yang membuta tuli ternyata hanya kata-kata kosong.
Rejim Uzbekistan kini menggunakan metode brutal yang sama seperti Karimov yang menunjukkan permusuhan mendalam terhadap Islam dan para pendukungnya. Para anggota kelompok dakwah tersebut ditangkap secara rambang, mengalami penyeksaan berat, dan dipaksa mengaku kesalahan secara paksa. Tindakan keji ini termasuk ancaman keganasan seksual terhadap anggota keluarga mereka dan penggunaan penyeksaan elektrik.
Tuduhan terorisme dan keganasan terhadap mereka adalah tidak berasas. Sejak didirikan pada 1953, kelompok dakwah Islam ideologis ini secara konsisten menolak keganasan dan terorisme, dengan berpegang teguh pada metodologi intelektual-politik yang ditunjukkan oleh ajaran Nabi Muhammad saw.. Tuduhan rejim tersebut merupakan upaya yang jelas untuk membungkam seruan damai kelompok tersebut untuk menegakkan kembali cara hidup Islam yang benar.
Menindas
Sejarah telah menunjukkan bahawa Uzbekistan memiliki warisan panjang para penguasa yang menindas yang telah menggunakan taktik kejam untuk mempertahankan kekuasaan.
Di bawah kekuasaan Soviet, Uzbekistan merupakan bahagian dari Kesatuan Soviet dan mengalami penindasan yang parah. Rejim Stalin terkenal kerana pembersihan brutal, penangkapan rambang, dan penyeksaan yang menciptakan budaya ketakutan dan penindasan.
Warisan rejim Soviet berterusan, walaupun Uzbekistan telah memperoleh kemerdekaan pada 1991 kerana rejim Karimov terkenal dengan tindakan kerasnya terhadap perbezaan pendapat politik dan ekspresi keagamaan.
Islam Karimov berkuasa sejak 1991 hingga kewafatannya pada 2016. Terdapat satu tragedi yang mengerikan berlaku pada 2005, iaitu pembantaian Andijan. Saat itu, pasukan pemerintah membunuh ratusan penunjuk perasaan yang menuntut reformasi politik dan ekonomi. Penindasan yang kejam ini merupakan lambang pendekatan Karimov terhadap perbezaan pendapat yang berusaha mempertahankan cengkeraman kuat pada kekuasaan dengan cara apa pun.
Pengaruh Kolonialis
Tindakan rejim Uzbekistan dipengaruhi oleh kekuatan kolonialis seperti Rusia dan Amerika Syarikat. Kekuatan-kekuatan ini—terlepas dari retorika mereka tentang kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia—mendukung rejim yang menindas untuk menekan gerakan-gerakan Islam. Permusuhan terjadi terhadap kempen damai kelompok dakwah Islam ideologis yang menekankan agar cara hidup Islam menggarisbawahi perjuangan yang lebih luas melawan campur tangan neo-kolonial di negeri-negeri muslim.
Kepatuhan Mirziyoyev terhadap tindakan-tindakan yang menindas telah mencerminkan keinginan dan kebijakan para pemimpin kolonial. Hal ini tampak dari kurangnya autonomi di antara para penguasa muslim yang bertindak sebagai ejen kepentingan kolonial. Bahkan, keganasan dan penindasan hanya akan meningkatkan ketidakpuasan umat dan mempercepat kehancuran rejim.
Harapan Sumaya agar Mirziyoyev segera membebaskan para pengemban dakwah Islam ideologis yang dipenjara dan menghentikan segala bentuk penganiayaan terhadap mereka yang mendukung Islam. Seterusnya memetik ayat Quran yang bermaksud “bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik.” (TMQ al-Ahzab: 24). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Semua ini berlaku agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu kerana kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima taubat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Sumber: https://muslimahnews.net/2024/08/05/31272/