AMERIKA JUARA TERORIS TIDAK LAYAK BERCAKAP TENTANG PERDAMAIAN SAMBIL MENYEBARKAN ANCAMAN!
Oleh: Ustaz Arief B Iskandar
Ironi global kembali dipertontonkan. Donald Trump, Presiden AS — negeri yang menjadi penaja utama penjajahan Israel — kini berbicara tentang “perdamaian” di Gaza. Dia menuntut supaya Hamas bersetuju dengan rencana damai versinya. Dia juga mengancam akan menurunkan “neraka sepenuhnya” jika Hamas menolak usul tersebut. Padahal Amerika memang telah lama menyalakan api neraka di Bumi Palestin melalui dukungan senjata, veto politik dan dana bagi mesin pembunuh Zionis.
Inilah wajah sebenar “perdamaian” versi Barat. Damai hanya jika umat Islam tunduk pada kekuasaan mereka. Jika melawan, kaum Muslim dilabel teroris. Jika menyerah, mereka disebut moderat.
Padahal dalam Islam, menentang penjajahan adalah kewajipan mulia. Allah SWT berfirman:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ…
“Mengapa kamu tidak mahu berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang lemah…” [TMQ an-Nisā’ (4): 75].
Jihad Hamas dan kaum Muslim di Palestin bukanlah satu kejahatan. Ia adalah manifestasi iman. Sebaliknya, mereka yang bersekongkol dengan penjajah justeru berjalan di jalan thaghut. Rasulullah ﷺ bersabda:
خِيَارُ أُمَّتِي مَنْ يُقَاتِلُ عَلَى الْحَقِّ وَشِرَارُهُمْ مَنْ يُصَالِحُ عَلَى الْبَاطِلِ
“Sebaik-baik umatku adalah mereka yang berperang di atas kebenaran. Seburuk-buruknya umatku adalah yang berdamai di atas kebatilan.” (HR Ahmad).
Maka dari itu, biarlah Trump menggertak dengan “neraka sepenuhnya.” Sesungguhnya, neraka yang dimaksudkan itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan azab Allah SWT di Neraka Jahanam bagi para penjajah dan pendukungnya di akhirat kelak. Allah SWT telah berjanji:
فَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
“Kelak orang-orang zalim akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” [TMQ asy-Syu‘araa (26): 227].
#FreePalestine #ArmiesToGaza #ArmiesToAqsa #FreePalestineWithJihadAndKhilafah