Dari Manakah Dana Tindak Balas Bencana Dalam Sistem Islam?
Negara yang menerapkan sistem Islam (Khilafah) wajib mempunyai Jabatan Kedaruratan (Dîwân ath-Thawâri’) yang menangani segala tragedi mengejut (kecemasan) yang menimpa kaum Muslim, seperti gempa bumi, banjir kilat, kebuluran, dan seumpamanya, termasuk jika ada serangan musuh.
Pendanaan untuk kedaruratan ini diambil dari pemasukan Baitul Mâl (Kas Negara) Jabatan Fai’ dan Kharâj, serta Jabatan Kepemilikan Umum. Kewajipan mendanai hal-hal ini tidak bergantung pada ada atau tidaknya dana. Namun, ini adalah kewajipan mutlak yang wajib dilaksanakan oleh negara, baik saat Baitul Mâl mempunyai dana mahupun tidak.
Jika Baitul Mâl mempunyai dana semasa: Wajib segera dikeluarkan saat itu juga sebagai tindak balas atas bencana tersebut.
Jika dana tidak tersedia: Tanggung jawab ini beralih menjadi kewajipan (fardhu) bagi seluruh kaum Muslim. Negara wajib mengumpulkan dana daripada mereka tanpa ditunda-tunda, baik melalui sumbangan ikhlas atau pajak (dharîbah) secara khusus.
Jika dibimbangi timbul bahaya yang lebih besar disebabkan proses pengumpulan dana berjalan lambat: Negara boleh meminjam dana (berhutang) terlebih dahulu secukupnya untuk bertindak balas terhadap bencana tersebut, kemudian hutang itu dilunasi menggunakan hasil dana yang dikumpulkan daripada kaum Muslim.
Dalil kewajipan ini ke atas kaum Muslim adalah berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ:
“Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan, padahal dia mengetahuinya.” (HR. al-Bazzar dari Anas RA).
Dan hadis:
“Penduduk wilayah mana pun yang di tengah-tengah mereka terdapat seseorang yang kelaparan, maka jaminan Allah ﷻ telah terlepas daripada mereka.” (HR. Ahmad).
Hadis di atas berlaku dalam konteks kelaparan. Adapun terkait gempa bumi dan banjir, dalil yang digunakan adalah dalil umum mengenai kewajipan menolong orang yang kesulitan (ighâtsatul malhûf) dan kewajipan menghilangkan bahaya (dharar) dari kaum Muslim. Dalil-dalil inilah yang mewajibkan penggunaan harta kaum Muslim sebagai tindak balas atas bencana yang berlaku.
Itulah pos-pos yang wajib ditanggung oleh kaum Muslim ketika dana Baitul Mâl kosong.
Sumber: “Al-Amwâl fî Daulah al-Khilâfah” – ‘Abdul Qadim
#banjir #bencana #JabatanKedaruratan #kelaparan