Hijrah: Momen Pendirian Negara Madinah
Hijrah terkait erat dengan momen pendirian Negara Islam dan usaha meninggalkan sistem jahiliah. Memang, setelah Nabi SAW diutus, sifat jahiliah tidak disematkan pada suatu masa secara mutlak dan umum. Namun, sifat jahiliah dapat disematkan pada realiti apa saja yang bertentangan dengan ajaran Rasul; baik realiti itu berupa akidah, sistem perundangan dan perilaku; baik realiti itu individu, masyarakat ataupun negara. Negara ataupun masyarakat yang di dalamnya lebih dominan penentangannya terhadap hukum Allah, secara legal-formal menolak sistem Islam lalu menerapkan peraturan-peraturan yang bertentangan dengan Islam, bertoleransi terhadap LGBT, zina, riba, dan berbagai maksiat lainnya, maka, juga layak disematkan padanya istilah jahiliah.
Hijrah Nabi SAW ke Madinah bukan hanya bersifat individual, sebagaimana hijrah ke Habsyah. Hijrah baginda adalah dalam rangka meninggalkan dar al-kufr menuju Dâr al-Islam; meninggalkan sistem jahiliah menuju ideologi dan sistem syariah.
Ini dapat kita lihat dari beberapa perkara:
[1] Dakwah Rasulullah tidak sebatas mengajak masyarakat untuk beriman dan berperilaku baik saja. Baginda juga meminta nusrah dan kekuasaan daripada kabilah-kabilah kuat untuk melindungi dakwah sehingga dengan itu Islam dapat ditegakkan dengan sempurna.
[2] Hijrah terjadi setelah masyarakat di negeri tujuan menerima kepemimpinan Rasulullah. Hal ini tergambar daripada jawapan As’ad bin Zurarah, pemimpin suku Khazraj, “… (Terus terang) permintaan tersebut adalah suatu hal sukar. (Namun), kami (telah bersepakat untuk) mengabulkannya…”
[3] Ikrar (Baiat) Aqabah II tidak terjadi kecuali setelah mereka bersedia dengan segala konsekuensi yang akan mereka hadapi jika menjadikan kekuasaan dan kekuatan mereka untuk menjaga penerapan Islam. Ini hakikatnya adalah akad pendirian Negara Islam.
[4] Kaum Quraisy sendiri sebenarnya bertoleransi terhadap banyaknya agama asalkan tidak mengarah pada kekuasaan (negara). Namun, mereka merespon secara keras menghalangi dakwah Nabi setelah mereka memahami bahawa dakwah Baginda mengarah kepada kekuasaan dalam rangka menerapkan Islam.
Sumber: “Relevansi Hijrah Saat Ini” – Ustaz M. Taufik NT
#Hijrah #AyuhUmatBangkit #KembalikanSistemIslam #KhilafahSistemIslam