Peristiwa ini terjadi dalam bulan Rejab, pada tahun 9 H diantara pasukan kaum Muslim dengan adidaya Romawi. Pasukan kaum muslimin menuju ke Tabuk dengan penuh keberanian dan semangat jihad fi sabilillah. Ketika Rasulullah saw. sampai di Tabuk, baginda tidak menemukan seorang pun di antara tentera Romawi. Namun kesempatan tersebut digunakan untuk mengukuhkan cengkaman Daulah Islam di Wilayah Utara. Sebuah wilayah yang dikategorikan sebagai paling berbahaya kerana berada di bawah perlindungan Romawi. Bahkan wilayah utara dijadikan sebagai perisai pelindung dalam menghadapi serangan bangsa Arab. Namun Perang Tabuk telah membukakan mata para pemimpin di wilayah utara terhadap keberanian kaum muslimin dan kekuatan pengaruh politik Negara Madinah. Hal tersebut mengakibatkan para pemimpin wilayah utara yakin bahawa Negara Islam Madinah telah mampu menghancurkan batas-batas wilayah kekuasaan Romawi. Ketika Rasulullah saw. berada di Tabuk, baginda didatangi oleh Yuhannah bin Ru’bah, penguasa Ailah. Dia berdamai dengan Rasulullah saw. dan bersedia membayar jizyah. Tindakan sama diikuti oleh penduduk Jarba’ dan Adzruh. Kesediaan membayar jizyah adalah bukti ketundukan mereka kepada kekuasaan Negara Islam Madinah.
Rasulullah saw. membuat surat perjanjian untuk mereka. Isi surat perjanjian tersebut adalah, “Bismillahirrahmannirrahim. Ini jaminan keamanan dari Allah dan Muhammad, Nabi sekaligus Rasulullah, untuk Yuhannah bin Ru’bah dan penduduk Ailah, termasuk kapal-kapal dan kafilah dagang mereka, baik yang di darat mahupun yang di laut. Mereka yang juga berhak atas jaminan Allah dan jaminan Nabi Muhammad adalah penduduk Syam, Yaman, dan al Bahr yang menjadi sekutunya. Siapa saja di antara mereka yang mengerjakan dosa, maka hartanya tidak dilindungi namun tidak dengan dirinya. Oleh kerana itu, hartanya menjadi halal bagi siapa saja yang mengambilnya. Sehingga siapa pun tidak boleh melarang atau mencegah seseorang mendatangi atau memanfaatkan mata air yang berasal dari darat mahupun dari laut.”
Kemudian Rasulullah saw turut mengirimkan Khalid bin Walid bertemu penguasa di Dumat al Jandal, sebuah wilayah yang terletak dari Tabuk ke arah Barat Daya. Pada awalnya dia telah mengumumkan perang terhadap Rasulullah saw. dan wilayah itu menjadi pusat berkumpulnya kelompok yang memusuhi Negara Islam. Namun akhirnya wilayah itu juga tunduk pada kekuasaan Islam.
Demikianlah para penguasa Arab di wilayah tersebut lebih memilih untuk menanggalkan status ketundukan mereka kepada Romawi dan mengumumkan kesetiaan kepada Negara Islam Madinah. Inilah bukti nyata dari peristiwa ini yang menggoncang hebat kekuasaan Romawi tanpa perlu menghunus senjata!