Kepemimpinan yang Allah SWT limpahkan kepada Rasulullah SAW dengan mengimami para nabi dan rasul adalah ketetapan yang agung. Kedudukan Nabi SAW sebagai i imam para nabi bukan sekadar dalam solat pada saat Israk dan Mikaj, tetapi berlangsung hingga Hari Kiamat. Ketetapan ini disampaikan dalam firman Allah SWT:
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
“(Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, nescaya kalian akan sungguh-sungguh mengimani dan menolong dia.” Allah berfirman, “Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian-Ku atas yang demikian?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian.” [TMQ Ali Imran (3): 81].
Khabar ini juga yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Umar bin al-Khatthab ra pada saat beliau menegur Umar yang membawa lembaran-lembaran Taurat:
لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، و َلَوْ كَانَ مُوسَى حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلا اتِّبَاعِي
“Sungguh aku datang kepada kalian membawa (wahyu) yang putih bersih. Andai Musa masih hidup, Dia tidak akan melakukan apa-apa selain mengikutiku.” (HR Ahmad).
Oleh sebab itu, kelak pada Hari Kiamat semua manusia akan berkumpul di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW, di bawah naungan Liwa al-Hamd. Rasulullah SAW bersabda:
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ
“Akulah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan bukannya sombong. Di tanganku Bendera al-Hamd dan bukannya sombong. Tidak ada seorang nabi pun, tidak pula Adam, juga yang lainnya ketika itu, kecuali semua di bawah benderaku.” (HR at-Tirmidzi).
Tentang hal ini Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahulLah berkata: “Muhammad SAW adalah imam para nabi dan juru bicara mereka serta pemberi syafaat mereka. Umatnya adalah umat terbaik dan para sahabatnya adalah para sahabat terbaik para nabi.” (Ibnu Qudamah, Lum’ah al-I’tiqad, 1/28).
Setelah Nabi Muhammad SAW diutus membawa Islam, semua agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya telah gugur, terhapus ajarannya, dan semua umat manusia wajib memeluk Islam dan menjalankan syariah Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda:
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Zat Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi mahupun Nasrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak mengimani agama yang aku bawa, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim). (Dipetik dari: https://seruanmasjid.com/rasulullah-saw-imam-para-nabi/)
Telah ditunjukkan dan dibuktikan kesekian peristiwa, dalil dan kalam-kalam Allah betapa mulainya sosok Nabi Muhammad saw, kekasih Allah dan penghulu segala nabi serta diberi kelebihan berbanding nabi yang lain. Bukan setakat kemuliaan Baginda yang diangkat, tetapi umatnya juga.
Namun, harini kita menyaksikan betapa Islam dihinakan di seluruh penjuru dunia. Nabi kita dihina tanpa pembelaan. Umat Islam seluruh dunia hidup terperosok dalam sudut cengkeraman kapitalisme yang maha zalim.
Semoga peristiwa ini menjadi titik tolak kebangkitan umat Islam untuk bangkit memuliakan Nabi kita seterusnya mempertahankan syariat Allah, syariat Islam yang didakwahkan oleh Baginda saw sehingga sampai kepada kita pada harini di bawah sebuah entiti Khilafah.
Hikmah:
- Allah swt telah memilih Nabi Muhammad sebagai ketua para nabi dan melebihkan umat Nabi Muhammad berbanding umat yang lain.
- Dengan menjadikan Muhammad sebagai penghulu segala imam, maka menjadikan Islam sebagai satu-satunya syariat yang paling tinggi, mulia, mengatasi agama yang lain seterusnya menjadi agama yang wajib diimani dan diikuti oleh setiap manusia.
- Kemualiaan yang dilimpahkan ke atas Nabi Muhammad saw membawa kepada konsekuensi yakni Islam dan umatnya (Khalifah) wajib memimpin manusia dan dunia.
- Umat Islam wajib bersatu dan memperjuangkan kembali penegakan Khilafah dengan menjadikan Islam sebagai aturan kehidupan manusia seluruh dunia.