Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman
Allah Swt. berfirman,
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Beritahukanlah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” [TMQ Al-Baqarah (2): 155]
Setiap ayat sabar selalu disertai dengan jalan keluar dan pengganti.
Seringkali saat kita diuji, meski ujian sudah berlalu, kita masih belum dapat melupakan masa lalu. Padahal, masa lalu bukan untuk diingat, kecuali untuk muhasabah dan perbaikan untuk masa depan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ketika kita sering mengungkit masa lalu, mengungkit berbagai ujian yang menimpa kita, maka rasa pedih, sakit, dan perih itu akan kembali menghampiri hati kita. Muncul penyesalan, kesedihan, dan kepedihan.
Itu semua adalah bisikan syaitan yang merasuk ke dalam benak hati kita agar kita terus bersedih, menggerutu, dan terus menyalahkan keadaan, bahkan qadha’ dan qadar.
Seterusnya banyak menyangka-nyangka. “Andai dulu aku begini, maka tidak akan terjadi begini.” Padahal semua itu bahagian dari masa lalu yang tidak perlu dikenang lagi.
Oleh kerana itu, sibukkanlah dirimu dengan berdoa kepada Zat yang menggenggam hati, langit, dan bumi, serta qadha’ dan qadar.
Tataplah masa depan. Jangan lagi melihat ke belakang.