Penulis: Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Dalam setiap diri manusia, Allah telah menanamnya: ada hajjatul udhawiyah, agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Ada garizah baqa‘, agar manusia dapat berbangga dengan dirinya. Ada garizah nau‘, agar manusia dapat meneruskan keturunannya dan ada garizah tadayyun, agar manusia merasakan kehadiran-Nya.
Dari hajjatul udhawiyah muncul keperluan makan dan tidur secukupnya. Dari garizah baqa’ manusia berlumba-lumba meraih prestasi setinggi-tingginya. Dari garizah nau’ mereka saling menyukai dan membentuk keluarga. Dari garizah tadayyun mereka berdoa memohon ampunan dan redha-Nya.
Dakwah termasuk ibadah untuk memenuhi garizah tadayyun kita. Namun kini ada orang berdakwah untuk mencari makan sepuasnya. Ada orang berdakwah agar diperhatikan lawan jenis atau calon mertua dan ada pula orang berdakwah demi menaikkan rasa bangganya.
Mungkin anda juga pernah menyaksikannya, ada yang dalam berdakwah gemar menghujat (mendebat) yang lainnya. Dia merasa puas, bahawa orang lain belum memiliki “ilmu” setara dengannya. Dia menghukum yang lain itu bida’ah, sesat, bahkan kufur dengan mudahnya.
Orang-orang semacam ini hanya memuaskan garizah baqa‘-nya, bukan memuaskan garizah tadayyun sesuai jalan yang diberikan-Nya.
Orang-orang semacam ini sudah dijangkakan ketika Rasul masih ada, “Kalau kau lihat mereka, kau merasa dirimu tak ada apa-apanya”.
Sabda Nabi yang mulia,
يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَتْ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ شَيْئًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Al-Quran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula solat dan puasa kamu dibandingkan dengan solat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Al-Quran dan mengiranya sebagai pembelanya, padahal ia adalah hujah yang menghancurkan alasan mereka. Solat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya.” (HR Abu Dawud)
Sabda Nabi pula,
يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ
“Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianya muda dan pemahamannya dangkal, mereka mengucapkan perkataan manusia yang paling baik (Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, iman mereka tidak sampai ke tenggorokan.” (HR Bukhari)
Semoga yang dimaksudkan oleh Rasul itu tidak termasuk kita. Maka janganlah berdakwah untuk memuaskan nafsu berbangga kita.