[Nafsiyah] Berkomitmen untuk Bersaudara
Musuh-musuh Islam terlalu banyak hingga sesama muslim perlu berkomitmen untuk bersaudara. Permusuhan sesama muslim seperti api dalam sekam. Kita lelah dengan permusuhan, oleh kerana itu kita hendaklah bersatu membangun agama Allah.
Ketahuilah saudariku, ada dua jenis muslim di tengah umat Islam. Jenis pertama membawa gunting, yakni merobek-robek persaudaraan sesama muslim. Jenis kedua membawa minyak, untuk membakar hati orang yang beriman agar tetap bermusuhan. Jika beriman pada Allah dan Rasul-Nya seharusnya membawa air dan jarum, air sifatnya dingin menyejukkan dan jarum fungsinya mencantumkan yang koyak.
Melontarkan sesat pada individu sesama muslim atau kelompok Islam lainnya tanpa tabayyun membuatkan ukhuwah makin rosak. Padahal musuh nyata yang jelas dihadapi muslim saat ini ialah liberalisme dan sekularisme yang makin menggurita hingga generasi muslim jauh dari ajaran Islam.
Janganlah di antara sesama muslim malah menikmati permusuhan. Astagfirullah, bukankah ini perilaku syaitan yang senang memecah belah persaudaraan? Mendiamkan kapitalisme dan pluralisme dianggap benar, kemudian mudah sekali menebarkan fitnah sesama individu muslim atau kelompok Islam.
Hendaknya berbagai kelompok Islam dan individu muslim mengarahkan fokus perjuangannya untuk mengembalikan kehidupan Islam. Jangan sibuk saling menjatuhkan kelompok Islam lainnya hanya kerana tidak sepemahaman ataupun sebab “dibayar” untuk kepentingan tertentu.
Allah khabarkan dalam firman-Nya, “Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari syaitan-syaitan, manusia, dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, nescaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.” [TMQ Al- An’am (6): 112]
Salah satu hikmah memiliki musuh ialah agar kita bersandar pada Allah Taala. Namun musuh umat Islam ialah ajaran yang bertentangan dengan Islam, berbagai isme menyesatkan serta para pengemban ideologi kufur.
Jadi seorang muslim yang mengimani Allah Swt. sebagai Tuhan dan Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya, tetapi suka merendah-rendahkan saudara sesama muslim dan menebar fitnah yang menyebabkan sesama umat Islam berpecah hingga enggan bersatu.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian saling membenci. Janganlah kalian saling mendengki. Dan janganlah kalian saling membelakangi (memboikot). Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah sebagai orang-orang yang bersaudara.” (HR Muslim)
Kita juga diingatkan Allah Swt. tentang persaudaraan sesama muslim, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [TMQ Al-Hujurat (49): 9—10]
Syeikh Dr. Shalih bin Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Maka orang-orang mukmin adalah bersaudara dalam agama dan akidah. Meskipun garis keturunan, negeri-negeri, dan masa hidup mereka saling berjauhan.” (Al-Irsyad ila Sahih Al-I’tiqad, h. 349)
“Maka saudaramu seakidah itulah saudaramu yang sejati. Dan musuhmu yang sebenarnya adalah musuhmu dalam hal akidah.” (Hushulul Ma’mul, h.37)
Oleh kerana itu, hentikan fitnah, menghina, dan membuka aib sesama muslim atau kelompok Islam. Jika seorang muslim suka membuat permusuhan di antara muslim lainnya, itu adalah petanda dia mengikuti kemahuan musuh-musuh Islam. Turut memperlambat kebangkitan Islam, bahkan menjadi penghalang kebangkitan. Astagfirullah, sedarilah dan bangkitlah. Wallahu musta’an.
#nafsiyah #persatuan #umatislam #jalinanukhuwah