[Nafsiyah] Kengerian Neraka Jahannam
Penulis: Ummu Aiman
Arus moderasi agama dan sekularisasi terus menggugat keimanan umat, hingga bukan sesuatu yang pelik lagi jika banyak umat Islam tidak takut melakukan dosa, tidak takut melakukan kehinaan, terang-terangan bermaksiat, bahkan bangga melanggar aturan Allah Rabbul’alamin.
Mereka terbuai dalam kesesatan yang dianggap mengangkat darjatnya, seperti jenama-jenama mahal dan terkenal yang melekat pada diri mereka, disertai puja-puji manusia yang menipu. Ketika diingatkan dengan neraka, banyak yang meragukan, bahkan terang-terangan menyatakan, “Jangan takut-takutkan kami dengan neraka, seperti anak kecil saja.” atau mengatakan, “Mengapa agama perlu dipersulit dengan ketakutan pada neraka?”, atau “Adakah neraka memang panas?”, dan yang lebih fatal, “Seronok apa di neraka akan berkumpul dengan artis-artis idola.” nauzubillahiminzalik! Adakah layak umat Islam menyatakan demikian?
Tidak Layak Ingkar
Semaklah apa yang disampaikan junjungan tercinta Nabi Muhammad ﷺ,
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالَ فَمَا أَتَى عَلَى أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ غَطَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَلَهُمْ خَنِيْنٌ
“Syurga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
Anas bin Mâlik—perawi hadis ini—mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis tersengguk-sengguk.” (HR Muslim, no. 2359)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Makna hadis ini, bahawa Rasulullah tidak pernah melihat kebaikan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam syurga pada hari ini. Rasulullah juga tidak pernah melihat keburukan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam neraka pada hari ini. Seandainya manusia melihat apa yang telah Rasulullah lihat dan mengetahui apa yang telah Rasulullah ketahui, sungguh manusia pasti sangat takut, menjadi sedikit tertawa, dan banyak menangis.” (Syarah Muslim, no. 2359)
Diriwayatkan malaikat Jibril datang menemui Rasulullah ﷺ di waktu yang tidak biasa, bahkan raut wajahnya pun kelihatan berbeza. Rasulullah ﷺ lantas bertanya, “Mengapa aku melihat raut wajahmu berbeza?”
Malaikat Jibril menjawab, “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya api neraka dikobarkan. Sesungguhnya, tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, seksa kubur itu benar, dan seksa Allah itu berat, untuk bersenang-senang sebelum dia merasa aman darinya.”
Sedikit Gambaran Kengerian
Masih bersambung dengan hadis yang sama, Rasulullah ﷺ bertanya, “Ya Jibril, jelaskan padaku gambaran neraka Jahannam itu!”
“Ketika Allah menciptakan Jahannam, maka apinya dinyalakan selama seribu tahun hingga berwarna merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga berwarna hitam, nyala dan baranya tidak pernah padam. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum, nescaya akan dapat membakar semua penduduk dunia kerana kepanasannya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan bau busuknya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh. Demi Allah, andaikan seseorang di hujung barat terseksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana kepanasannya yang teramat panas. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi, minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antara pintu sejauh 70 tahun, dan setiap pintu panasnya 70 kali ganda dari pintu yang lain.”
Rasulullah ﷺ meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. Malaikat Jibril lalu menjelaskan apa yang diminta Rasulullah ﷺ, “Pintu pertama dinamakan Hawiyah (jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir (Surah Al-Qari’ah: 9). Pintu kedua dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrik (Surah As-Syu’ara: 91). Pintu ketiga dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api (Surah Al-Mudatstsir: 42). Pintu keempat dinamakan Ladha, yang diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya (Surah Al-Ma’arij: 15). Pintu kelima dinamakan Huthomah (menghancurkan hingga berkeping-keping), yang diperuntukkan bagi kaum Yahudi (Surah Al-Humazah: 5-6). Pintu keenam dinamakan Sa’ir (api yang menyala-nyala), yang diperuntukkan bagi kaum kafir (Surah Al-Insyiqaq: 15).”
Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ketujuh, diperuntukkan untuk siapa pintu itu?” Malaikat Jibril terdiam sejenak. Malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Namun Rasulullah ﷺ mendesaknya, hingga akhirnya Malaikat Jibril berkata, “Pintu ketujuh diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka bertaubat.”
Mendengarkan penjelasan itu, Rasulullah pun terus pengsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah ﷺ di pangkuannya sehingga dia sedar kembali. Beliau bersabda, “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan kesedihanku. Adakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Malaikat Jibril menjawab, “Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.” Rasulullah ﷺ lalu menangis mendengar penuturan malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun turut menangis. Kemudian Rasulullah terus masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk solat.
Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapa pun selama beberapa hari, dan ketika solat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.
“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar, hanyalah 1/70 dari api neraka Jahannam.” (HR Bukhari-Muslim)
Balasan Bagi yang Ingkar
Allah Swt. menggambarkan kesulitan yang teramat sangat bagi orang-orang kafir dan orang-orang yang mendustakan hari pembalasan atas setiap perbuatannya kelak di akhirat,
{مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ}
“Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.” [TMQ Al-Haqqah (69): 28-29]
Yakni harta dan kedudukan duniawi, tidak dapat membela manusia dari azab Allah dan pembalasan-Nya, bahkan segalanya ditanggung oleh manusia itu sendiri. Tiada siapa yang dapat menolong dan melindungi. Di saat itulah Allah Swt. berfirman,
{خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ}
“Peganglah ia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” [TMQ Al-Haqqah (69): 30-31]
Allah Swt. memerintahkan Malaikat Zabaniyah (juru seksa) untuk memegangnya dengan kasar dari tempat perhimpunan, lalu lehernya dibelenggu, kemudian diseret ke neraka Jahannam, lalu dimasukkan ke dalamnya, dan api neraka Jahannam menelannya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid, dari Amr ibnu Qais, dari Al-Minhal ibnu Amr yang mengatakan bahawa tatkala Allah Swt. berfirman, “Peganglah dia!” Maka sebanyak 70 ribu malaikat berebut-rebut untuk memegangnya. Masing-masing dari mereka melakukan hal yang sama, maka dia menjumpai 70 ribu malaikat di dalam neraka.
Ibnu Abud Dunia mengatakan di dalam kitab Al-Ahw’ah, bahawa orang kafir didatangi oleh 400 ribu malaikat yang akan memukulnya. Si kafir itu berkata, “Aku tidak ada salah denganmu.” Yang memukulnya berkata, “Sesungguhnya Tuhan murka terhadapmu, maka segala sesuatu murka juga terhadapmu.”
Al-Fudail ibnu Iyad mengatakan, bahawa tatkala Allah Swt. berfirman, “Peganglah dia dan belenggulah dia.”, maka 70 ribu malaikat berebut-rebut, siapa yang paling dahulu dari mereka yang memasang belenggu di leher si kafir itu. (Tafsir Ibnu Katsir)
Jangan Sia-Siakan Waktu
Dahsyatnya kengerian neraka sungguh tidak dapat ditanggung oleh manusia yang sangat lemah ini. Ketika Allah SWT masih memberi kesempatan hidup, janganlah disia-siakannya, kerana waktu dan usia kita sangat terbatas.
Jadikanlah waktu, tenaga, usia, pemikiran, kedudukan-jawatan, dan harta kita berkah untuk digunakan bagi membela agama Allah, menegakkan amar makruf nahi munkar, menyempurnakan ketaatan secara keseluruhan kepada Allah. Janganlah kita terpedaya oleh syaitan yang sesat lagi menyesatkan, yang berusaha mencari teman untuk menemaninya di neraka Jahannam dan mengantarkan kita pada penyesalan yang tiada kesudahan. Allahumma ajirna min an-naar. Yaa Rabb tolonglah kami.
#nafsiyah #nerakajahannam #pendudukneraka #penghunineraka #muhasabah