[Nafsiyah] Utopia
Penulis: Doni Riw
Semasa perang Badar, seramai 313 mujahid dengan persiapan yang seadanya, menghadapi 1000 pasukan kafir Quraisy dengan persenjataan yang serba serbi lengkap.
Adakah sebuah utopia jika mereka berharap kepada kemenangan? Tentulah utopia jika mereka hanya bersandarkan pada kekuatan mereka sendiri sebagai manusia. Namun tidak utopia selama mana mereka teguh di atas jalan Allah SWT.
Di Gunung Galata, Sultan Al-Fatih & pasukannya mengangkat sebanyak 70 buah kapal untuk membolehkan mereka masuk ke selat Tanduk Emas.
Adakah sebuah utopia jika mereka berharap agar dapat menembus benteng Konstantinopel yang sudah ribuan tahun tidak mampu ditimbusi oleh sesiapa pun?
Tentu utopia jika hanya bersandarkan pada kekuatan mereka sebagai manusia. Namun tidak utopia jika dalam rangka mewujudkan janji Allah SWT dan rasulNya.
Dalam fasa mulkan jabriyatan ditembusi, terdapat jemaah Islam yang berusaha menentang tamadun sekular kuasa besar dunia.
Apakah sebuah utopia jika mereka berusaha merealisasikan janji Allah SWT dan RasulNya tentang kembalinya Khulafah al Rasyidin buat kali kedua?
Tentu utopia jika hanya dengan pandangan manusia. Namun tidak utopia selama mana mereka terus mengikuti kaedah yang ditunjukkan oleh Rasullah SAW, serta menjauhi sistem yang dibuat oleh anak cucu Romawi dan Persia.
Begitulah Islam. Ia merupakan utopia bagi orang yang tidak memiliki keimanan di dadanya. Tetapi ia adalah nyata dan kebenaran bagi jiwa-jiwa yang hanya tunduk dan takut kepada Allah SWT.
Sumber: https://t.me/doniriw_channel/1930