[Fikrul Islam] Sistem Pemerintahan Islam
Penulis: Muhammad Husain Abdullah
Islam merupakan sebuah sistem yang sempurna. Di dalamnya terdapat aturan yang mengatur segala bentuk interaksi antara sesama manusia, seperti ijtima’iy (sistem interaksi sosial), ekonomi, politik, dan sebagainya. Aturan-aturan seperti ini memerlukan adanya negara (daulah) yang akan melaksanakan dan menerapkan aturan-aturan tersebut kepada manusia.
Islam telah menetapkan sistem yang khusus bagi pemerintahan. Islam juga telah menetapkan sistem yang khusus untuk mengelola pemerintahan. Setelah itu, Islam menuntut kepada penguasa sebagai ketua negara untuk melaksanakan seluruh hukum syarak kepada rakyatnya.
Negara Islam adalah negara yang bersifat politik. Negara Islam bukanlah negara yang memiliki kesucian. Ketua negara juga tidak dianggap sebagai seseorang yang memiliki sifat-sifat orang suci.
Sebagai contoh kisah, Umar bin Khattab RA yang pernah berkata kepada masyarakat, “Barang siapa yang melihat terdapat kebengkokan pada diriku, maka luruskanlah.” Lantas salah seorang menyambutnya dengan mengatakan, “Andaikan kami melihat sesuatu kebengkokan pada diri anda, maka kami akan meluruskannya dengan mata pedang kami.” Sungguh Umar RA saat itu hanya mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan dalam umat Muhammad SAW orang yang mahu meluruskan sesuatu yang bengkok pada Umar dengan mata pedangnya.”
Negara yang dimaksudkan di sini adalah Khilafah yang diketuai oleh khalifah yang kadang kala ia disebut sebagai Amirul Mukminin, Sultan, atau Imam.
Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam