[Fikrul Islam] Menjadi Pembela Islam – Mengenal Permasalahan Umat Islam Kini (Bahagian 5/5)
Penulis: M. R. Kurnia
5) Dekonstruksi (penyusunan semula) dalam bidang akidah dan syariat
Permasalahan kelima yang menimpa umat Islam adalah dekonstruksi dalam bidang akidah dan syariat. Setelah serbuan ideologi Barat membaratkan masyarakat muslim, episod pun beralih menjadi pembaratan Islam itu sendiri. Dunia Islam diserbu oleh pemikiran yang ditujukan pada penumbuhan rasa ragu kaum muslim terhadap ajaran Islam.
Gembar-gembur dialog antara agama hanyalah merupakan usaha sinkretisme agama dengan ditunggang misi kristianisasi. Jangan hairan ketika di Jakarta ada seorang muslim yang masuk gereja untuk melakukan ibadah Islam. “Lah, beribadah di mana saja sama. Sekalipun orang Islam, beribadah di gerejakan tidak apa-apa!” ujarnya. Semua ini lahir dari racun sinkretisme, suatu fahaman yang menganggap semua agama itu sama saja.
Pada masa yang sama, orang-orang yang berideologikan kapitalisme atau terperosok ke dalamnya menekankan agar kajian-kajian terhadap ajaran Islam didasarkan kepada cara pandang ideoIogi kapitalisme, hak asasi manusia, dan demokrasi. Akhirnya, Islam yang hendak ditanamkan ke tengah kaum muslim adalah Islam sekadar legitimasi. Seruan bahawa semua agama sama, tuduhan mempolitikkan agama, hukum Islam kejam serta hanya layak untuk abad kedua hijriah, dan sebagainya merupakan sebahagian fakta atas hal tersebut.
Hasil dari semua itu, kata Sayyid Qutb, Islam terpisah dari kaum muslim. Jadilah, “al-lslamu syai’un wa al-muslimu syai’un akhar,” Islam adalah sesuatu dan muslim adalah sesuatu yang lain. Seseorang memang menganut Islam, tetapi tidak memahami dan menerapkan Islam. Islam yang semestinya diterapkan hanya terlonggok di dalam lembaran-lembaran Al-Quran atau buku-buku karya para ulama yang tersimpan dalam rak-rak buku.
Banyak lagi penyakit dan masalah lain yang dihadapi kaum muslim. Pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya pokok permasalahan munculnya penyakit-penyakit tersebut?
Apabila kita mahu merenungkan dalam-dalam realiti kaum muslim saat ini, seperti telah disebutkan, tentulah ditemukan bahawa betapa banyak permasalahan yang menghalang kaum muslim. Namun, semua itu bukanlah persoalan pokok sebab masalah utamanya adalah kerana hukum Islam tidak lagi diterapkan oleh umat ini. Permasalahan yang dihadapi dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya sekarang diakibatkan pengaturan terhadap interaksi-interaksi antara anggota masyarakat yang keliru. Dengan kata lain, hukum yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat itulah yang tidak tepat.
Saat ini umat Islam tidak diatur oleh hukum Islam, melainkan oleh hukum-hukum ideologi kapitalisme yang jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan dan syariat Islam yang dianut kaum muslim. Selain itu, realiti menunjukkan bahawa ditinggalkan aturan Islam dalam pengaturan kehidupan terbukti telah memundurkan umat dan menjadikannya hidup dalam kehinaan di mana-mana. Sekarang umat Islam di seluruh dunia merasakan nasib yang malang dan menangisi kekalahan yang sangat mengerikan. Berbeza dengan keadaan selama lebih dari 1000 tahun ketika hukum Islam diterapkan dalam Daulah Khilafah. Jadi, sekali lagi, permasalahan utamanya adalah tidak diterapkannya hukum Islam oleh kaum muslim.
Pertanyaannya adalah hukum Islam yang mana yang tidak diterapkan oleh umat Islam sekarang? Jawapannya tentu saja semua hukum Islam. Mulai dari hukum ibadah, sosial, politik, ekonomi, peradilan, pemerintahan, pendidikan, dan hukum-hukum lainnya. Banyak di antara kaum muslim yang sudah mengabaikan ibadah ritual sekalipun. Solat kadang-kadang, puasa Ramadhan pun seadanya.
Belum lagi dalam hukum-hukum selain itu. Bila dalam hukum ibadah penerapannya memungkinkan dilakukan secara individual, dalam hukum-hukum sosial, politik, ekonomi, dan budaya mustahil dapat dilakukan sendirian. Perlu ada negara. Berdasarkan hal ini, hukum-hukum Islam baru dapat diterapkan kalau ada negara yang menerapkan seluruh hukum Islam. Dengan kata lain, permasalahan utama umat Islam sekarang adalah tidak menerapkan hukum-hukum Islam dan alat untuk menegakkan hukum-hukum tersebut adalah negara. Jadi, negara merupakan suatu tuntutan realiti dan keperluan kaum muslim.
Jelaslah, berdasarkan dari realiti empirik, keberadaan negara merupakan perkara yang mutlak ada. Apalagi, tinjauan syarie yang mendalam menunjukkan bahawa menerapkan hukum-hukum Islam melalui suatu pemerintahan hukumnya wajib.
Sumber: M. R. Kurnia, Menjadi Pembela Islam