Peranan Muslimah Dalam Memerdekakan Palestin
Oleh: Najmah Saiidah
Gaza semakin parah. Serangan masih bertalu-talu menuju umat Islam di Gaza. Usulan demi usulan dan usaha serta solusi terhadap isu Palestin termasuk solusi Dua Negara hanyalah solusi pragmatik yang tidak menyentuh akar permasalahan. Ini terjadi kerana banyak di antara mereka yang tidak faham tentang fakta negara Palestin yang sebenar. Di sinilah pentingnya memahami fakta sejarah Palestin agar umat Islam tidak silap mengambil solusi.
Fakta Sejarah Palestin
- Tanah Palestin adalah milik kaum Muslim.
Tanah Palestin telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khattab ra. pada tahun 15 H. Beliaulah yang secara langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus di atas sebuah perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian ‘Umariyah, yang di antara isinya berasal dari usulan orang-orang Nasrani, iaitu, “Agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.” Kemudian dibuka lagi oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada hari bersejarah tahun 583 H hari Jumaat bertepatan dengan tanggal 27 Rejab, tanggal yang sama dengan malam mikrajnya Nabi ke langit dari Baitul Maqdis. Ini merupakan persamaan saat Allah memudahkan pengembalian Al-Quds kepada pemiliknya sama seperti waktu Israk dan Mikraj.
- Sepanjang masa Kekhilafahan Islam, Palestin tetap berada dalam naungannya.
Elit Yahudi bekerjasama dengan negara-negara imperialis, terutama Britain berusaha menempatkan orang-orang Yahudi di Palestin. Mereka berusaha memanfaatkan krisis kewangan Khilafah Uthmaniyah. Pemuka Yahudi, Hertzl menawarkan bantuan kewangan kepada Khalifah sebagai kompensasi penempatan mereka.
Namun, Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas. Sang Khalifah dengan lantang dan penuh wibawa menyampaikan pernyataan yang sangat terkenal: “Nasihatilah Doktor Hertz, janganlah dia mengambil langkah serius dalam hal ini. Sungguh aku tidak akan melepaskan bumi Palestin meskipun hanya sejengkal. Tanah Palestin bukan milikku, tetapi milik kaum Muslim. Rakyatku berjihad untuk menyelamatkan tanah ini dan mengalirkan darah demi tanah ini. Hendaknya kalian menyimpan saja wang kalian. Jika suatu hari Khilafah terkoyak-koyak, saat itulah mereka akan sanggup merampas Palestin tanpa perlu mengeluarkan wang sedikit pun. Selagi aku masih hidup maka torehan pisau di tubuhku terasa lebih ringan bagiku daripada aku perlu menyaksikan Palestin terlepas dari Khilafah. Ini adalah perkara yang tidak boleh terjadi!”
- Zionis Yahudi merampas tanah Palestin secara illegal (tidak sah) daripada kaum Muslim.
Sejak Khilafah Uthmaniyah runtuh tahun 1924, bumi Palestin jatuh ke tangan Zionis Yahudi. Zionis Yahudi berjaya mendirikan entiti negaranya pada tahun 1948 dengan menduduki 77% tanah Palestin dan mengusir dua pertiga rakyat Palestin dari tanah mereka. Saat ini yang tinggal hanya Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan. Yang tinggal hanya 156 ribu jiwa (17%) dari jumlah warganya. Mereka seperti warga asing di tanah mereka sendiri. Sejak pendudukan itu, sebanyak 478 desa dihancurkan dari jumlah 585 desa yang ada. Akibatnya, sebanyak 804 ribu orang Palestin terpaksa berhijrah ke luar wilayah terjajah pada 1948. Sebanyak 30 ribu orang yang lain diusir dari tanah mereka ke daerah-daerah lain.
- Di bawah kekejaman penjajah Yahudi, bangsa Palestin sudah ‘akrab’ dengan penderitaan
Sejak pendudukan entiti Yahudi tahun 1948, sudah sangat banyak orang Palestin tewas dibantai dan dibom. Banyak juga yang cedera bahkan cacat. Tak terhitung jumlah mereka yang kehilangan rumah dan pekerjaan. Banyak wanita yang dicabul kehormatannya bahkan hingga diperkosa. Anak-anak menjadi yatim piatu. Namun, situasi ini tidak menjadikan hati-hati kaum Muslim Palestin lemah. Bahkan anak-anak sekalipun berusaha kuat untuk mempertahankan tanah Palestin agar tetap berada dalam genggaman mereka.
Benarlah apa yang disampaikan Rasulullah saw., Abu Umamah al-Bahili ra. berkata bahawa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sentiasa akan ada sekelompok orang dari umatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka hingga datang ketentuan Allah SWT dan mereka akan tetap seperti itu.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, di manakah mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis di sekitar Baitul Maqdis.”
Palestin Wajib Dibela
Keutamaan yang Allah berikan untuk tanah Palestin dan fakta-fakta yang terjadi merupakan hal penting yang perlu diketahui dan difahami oleh setiap Muslim. Ini semua akan menentukan sikap seorang Muslim seperti apa terhadap permasalahan ini. Apatah lagi keadaan saudara-saudara kita di Palestin yang sangat menderita. Sebaliknya, zionis Yahudi laknatulLaah ‘alaih sudah sangat biadab dan tidak boleh dipertimbangkan lagi.
Jelas, umat Islam di seluruh penjuru dunia perlu membela rakyat Palestin. Allah SWT sudah memperingatkan kita:
وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ ٧٢
“Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, kalian wajib memberikan pertolongan.” (TMQ al-Anfal [8]: 72).
Rasulullah saw. juga menegaskan, “Bebaskan orang yang sedang tertawan, beri makan orang yang sedang kelaparan dan ziarahlah orang sedang sakit.” (HR Bukhari).
Dalam hadis lainnya dikatakan, “Siapa saja yang melapangkan seorang Mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkan dirinya dari salah satu kesusahan pada Hari Kiamat. Siapa saja yang meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aib)-nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama dia mhau menolong saudaranya.” (HR Muslim).
Peranan Strategik Muslimah
Sudah seharusnya seluruh umat Muslim, termasuk kaum Muslimah, di seluruh dunia memberikan perhatian terhadap permasalahan yang menimpa tanah Palestin yang penuh berkah ini. Mereka wajib mengembalikan tanah Palestin ke pangkuan kaum Muslim. Umat Islam seluruh dunia mesti bersatu untuk merebut kembali tanah Palestin dari penjajah Yahudi laknatulLah ‘alaih.
Oleh itu solusi tuntas masalah ini tidak cukup hanya dengan mengirim bantuan seperti derma atau doa semata. Solusinya adalah dengan mewujudkan persatuan yang hakiki, yang akan menghilangkan batas-batas wilayah negeri antara satu dengan negeri lain. Umat Islam perlu bersatu di bawah satu kepemimpinan, di bawah satu bendera Laa ilaaha illalLaah Muhammadur RasululLaah, di bawah satu komando. Itulah Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian.
Khusus dalam konteks kaum Muslimah, ada beberapa peranan yang boleh dilakukan. Di antaranya:
- Ikut mengopinikan pemahaman yang benar tentang Palestin.
Banyak di antara kita yang telah mengetahui bahawa tanah Palestin memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Tanah ini adalah tempat lahirnya dan hidupnya para nabi. Di sini juga terdapat tempat suci kaum Muslim, kiblat pertama bagi umat Islam dan sekaligus tempat Rasulullah saw. memenuhi perintah Allah saat Israk Mikraj, iaitu Masjidil Aqsa.
Kita juga perlu menyampaikan fakta yang benar tentang Palestin sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya. Intinya, tanah Palestin adalah tanah kaum Muslim yang dirampas oleh zionis Yahudi. Fakta-fakta ini sengaja ditutup-tutupi oleh musuh-musuh Islam agar kaum Muslim abai dan leka terhadap permasalahan yang menimpa mereka. Dengan menyampaikan fakta yang benar, mata kaum Muslim akan terbuka dan merasa bersemangat untuk merebutnya kembali.
2. Ikut mendakwahkan Islam kaffah.
Pergerakan Muslimah dalam lapangan dakwah pada hari ini sangat penting. Ini kerana tidak sedikit dari kaum perempuan yang belum faham Islam. Mereka memiliki tanggungjawab yang sama dengan lelaki dalam melakukan perubahan di tengah-tengah umat dengan menegakkan Islam kaffah. Caranya adalah dengan membina umat dengan Islam. Pemikiran dan hukum-hukum Islam perlu dipandang sebagai acuan untuk mensikapi fakta yang dihadapi dengan benar. Dengan pembinaan ini, akan terbentuk pemahaman Islam yang benar di tengah-tengah umat. Ini akan berpengaruh pada perilaku mereka dan mendorong mereka untuk sedia bergerak menyampaikan dakwah Islam, sedia diatur oleh hukum-hukum Islam dan sentiasa mengupayakan agar aturan Allah dan Rasul-Nya tegak di muka bumi ini.
3. Ikut bergabung dalam jemaah dakwah yang berjuang menegakkan kembali Khilafah.
Solusi tuntas untuk permasalahan Palestin adalah dengan Khilafah dan jihad. Kerana itu yang mesti diusahakan oleh kita adalah berjuang menegakkan Khilafah. Ini tidak boleh dilakukan sendirian. Rasulullah saw. mencontohkan dengan membentuk kutlah atau jemaah. Selain itu memang Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk berada dalam jemaah.
4. Mempersiapkan anak-anak menjadi pembela Islam.
Sungguh pembelaan terhadap Islam dan kaum Muslim merupakan sunnatullah yang wajib dilakukan umat Islam. Apatah lagi ketika ajaran Islam dihinakan, juga saat sebahagian umat Islam ditindas dan dijajah sebagaimana yang terjadi di Palestin. Bahkan mereka bertindak sesuka hati memperalat umat Islam untuk menghancurkan Islam. Membela Islam dan kaum Muslimin adalah kewajipan setiap Muslim.
Sebagai seorang ibu, wajib membina dan menyiapkan anak-anaknya menjadi pembela Islam terpercaya, selalu berada dalam garis terdepan barisan dakwah Islam kaffah. Di tangan merekalah tergenggam masa depan umat Islam. Mereka akan menjadi penerus pengganti perjuangan, penguat, pelindung dan pembela dakwah Islam.
WalLaahu a’lam.
*diterjemah dan diolah
#ArmiesToAqsa #PerananMuslimah #FreePalestinWithJihadAndKhilafah