NIKMAT UTAMA DI DUNIA YANG JARANG DIRINDUKAN
Oleh: Ustaz Arief b. Iskandar
Kebanyakan orang umumnya merindukan nikmat dan kebahagiaan di dunia yang bersifat material. Mereka akan selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh meraih nikmat dan kebahagian material tersebut.
Namun, sangat sedikit yang merindukan nikmat dan kebahagiaan di dunia yang bersifat spiritual. Tidak lain nikmat dan kebahagiaan dalam beribadah dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Padahal nikmat dan kebahagiaan spritual inilah yang selayaknya lebih dirindukan dan diusahakan oleh setiap Muslim.
Pernyataan di atas pernah diucapkan oleh Imam al-Hasan al-Bashri rahimahulLaah (w. 110 H), beliau berkata:
*تفقدوا الحلاوة في ثلاث: في الصلاة، وفي القرآن، وفي الذكر؛ فإن وجدتموها، فامضوا و ابشروا، فإن لم تجدوها، فاعلموا أن الباب مغلق*
“Carilah rasa manis (kenikmatan dan kebahagiaan) dalam tiga perkara: dalam solat; dalam membaca al-Quran; dan dalam zikir. Jika kalian menemukan semua itu, teruskanlah dan bergembiralah. Sebaliknya, jika kalian tidak mendapatkan rasa manis (kenikmatan dan kebahagiaan) dalam ketiga perkara ini, maka ketahuilah bahawa pintu (kenikmatan dan kebahagiaan) itu telah tertutup.” (Abu Nu’aim, Hilyah al-Awliyaa’, 4/318).
Semoga Allah SWT sentiasa memberi kita rasa nikmat dan bahagia dalam solat, dalam membaca al-Quran dan dalam zikir kepada Allah SWT. Juga rasa nikmat dan bahagia dalam melaksanakan seluruh ketaatan kepada Allah SWT: dalam mengusahakan harta yang halal; dalam meraih dan menyebarluaskan ilmu; dalam mendidik keluarga; dalam mengerjakan dakwah dan amar makruf nahi mungkar; dll. Kenikmatan dan kebahagiaan seperti inilah yang sepatutnya kita lebih rindukan dan kita usahakan.
Wa maa tawfiiqii illaa bilLaahi ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib.
#muhasabahramadhan #refleksiramadhan