Menguatkan Azam Dakwah
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunjukkan sebuah kebaikan, maka baginya seperti pahala pelakunya.” (HR Muslim). Sedangkan Iman An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dia menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat, dan tulisan.”
Hendaklah sentiasa mengingati sekurang-kurangnya beberapa perkara ini untuk menguatkan azam dakwah.
- Dakwah ialah amalan yang mengikuti para nabi. “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik.” (TMQ Yusuf: 108).
- Bersegera meraih kebaikan dan pahala. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang soleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’” (TMQ Fushshilat: 33).
- Mendapat taufik. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (TMQ Al-Ankabut: 69).
- Harapan mendapat keturunan yang soleh. “Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khuatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (TMQ An-Nisa: 9).
- Menjadi penyebab kemenangan dan keberuntungan di dunia dan akhirat. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (TMQ Al-Ashr: 1—3).
.
- Pahala orang yang berdakwah akan mengalir selepas kematiannya. “Barang siapa menyuruhkan kepada kebaikan, maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah kematiannya sama ditinggalkan.” (HR Ath-Thabrani).
- Mendapat rahmat-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah merahmati seseorang yang telah mendengar dariku sebuah hadis, lalu dia menghafalnya, kemudian dia sampaikan kepada orang lain.” (HR Ahmad).
Sumber: muslimahnews.com
.