[Siri Ayuh Umat Bangkit] Mengapa Tidak Semua Orang Mendapat Manfaat daripada Al-Quran?
- Sombong
Sombong, merasa diri paling mulia, kesombongan adalah yang paling sering menjadi penghalang bagi seseorang dalam menerima ajaran Nabi dan pada akhirnya menjauhkan seseorang daripada syafaat Rasulullah SAW. Kadangkala penolakan muncul kerana menerima wahyu sama ertinya dengan menghilangkan kekuasaan seseorang, tradisi masa lalu, dan urusan duniawi lainnya.
“Aku akan palingkan daripada tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Jika mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku), mereka tetap tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak akan menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian adalah kerana mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu leka terhadapnya.” [TMQ Al-A’raf (7): 146]
Oleh itu, agar Al-Quran memberi kesan dalam kehidupan, ia perlu diterima dan dihayati sepenuhnya sebagai petunjuk sepanjang perjalanan hidup, dengan sifat tawaduk, penyerahan diri (taslim), keikhlasan (redha), serta kesediaan berkorban (ītsār).
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keutusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [TMQ An-Nisa’ (4): 65]
- Perdebatan
Perbahasan tentang Al-Quran Al-Karim tanpa landasan ilmu, yang dipenuhi perselisihan dan pemikiran yang sesat, merupakan taktik musuh Islam untuk menentang Al-Quran dengan hujah yang panjang, licik, dan menyeleweng. Sikap ini menjauhkan seseorang daripada manfaat Al-Quran serta mencerminkan kesombongan yang tersembunyi dalam hati.
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tidak akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [TMQ Ghafir (40): 56]
- Menolak Kehidupan Setelah Kematian (Akhirat)
Penolakan terhadap kehidupan akhirat adalah batu sandungan besar yang menghalangi seseorang daripada mendapat petunjuk Al-Quran. Faktor penting daripada ajaran Al-Quran adalah adanya balasan di hari kemudian. Al-Quran mengkhabarkan tentang hukuman, janji, penghargaan di hari kiamat, dan memberikan informasi serta petunjuk dan penjelasan tentang tahapan-tahapan dunia yang akan datang. Oleh sebab itu, siapa pun yang mengharapkannya (kebaikan akhirat) takkan dapat melakukannya tanpa Al-Quran. Dikatakan tentang mereka,
“Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Quran) dan mereka selalu memelihara solatnya.” [TMQ Al-An’am (6): 92]
Akan tetapi, mereka yang menolak kehidupan akhirat, atau mereka yang tidak menolaknya sebagai sebahagian daripada keimanan tetapi fikirannya sangat terikat dengan dunia, pandangan hidup mereka sangat materialistik, maka Al-Quran hanya memiliki sedikit Kesan atau tidak memberi kesan sama sekali kepada mereka.
“Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Quran, Kami adakan antara kamu suatu dinding yang tidak terlihat di antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut nama Tuhanmu dalam Al-Quran, mereka akan berpaling (kerana benci).” [TMQ Al-Isra (17): 45-46]
“Maka berpalinglah (wahai Muhammad) dari orang yang berpaling daripada peringatan Kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi.” [TMQ An-Najm (53): 29]
Demikianlah, dominasi materialisme boleh menumpulkan intelektual seseorang sehingga menyebabkan mereka tidak memikirkan urusan spiritual dan menolaknya.
Sumber: Revive your Dakwah (Ayu Paranitha)
#muhasabahdakwah #reviveyourdakwah #dakwahislamkaffah #ayuhumatbangkit #generasialquran #umatbangkitdenganalquran