[Hadis Ramadhan 6] Jangan Marah dan Bertengkar
Dalam sebuah hadis disebutkan,
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رِوَايَةً قَالَ:
إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ.
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah, dari Abu Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah -secara riwayat (menukil dan menceritakan hadis daripada Nabi) beliau berkata:
“Apabila salah seorang dari kalian berpuasa di suatu hari, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berbuat kesia-siaan. Bila seseorang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah dia mengatakan: “Sesungguhnya saya sedang berpusa.” (HR. Muslim no. 1941).
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Jika ditinjau dari kacamata fiqh, puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa disertai niat, dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Jika hanya melihat dari sudut fiqh, maka selama orang tidak melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, maka puasanya sah.
Tapi ingatlah bahawa puasa bukan hanya berjuang pada hal-hal yang bersifat jasmani saja, seperti tidak makan, tidak minum, tidak bersenggama, tidak muntah dengan sengaja dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Disebut puasa yang berkualiti adalah apabila disertai dengan menahan hawa nafsu seperti sabar, tidak marah, menahan untuk tidak berkata kotor dan menahan emosi agar tidak berbantah-bantahan apalagi bertengkar! Jika hawa nafsu dapat ditahan, barulah puasa itu bernilai dan berpahala. Jika sedang berpuasa dan masih saja bertengkar dan marah-marah, sangat dimungkinkan puasa tersebut hanya menahan lapar dan haus saja, tidak bernilai, tidak berefek positif, hanya tataran fiqh saja, maka sangat berpotensi hilangnya pahala. Wallahu A’lam. (Sumber: Pusat Kajian Hadis)
Sumber: Pusat Pendidikan Hadits Khadimus Sunnah Bandung